Saturday, 8 April 2017

Jenis Pasar di Pasar Modal

Jenis Pasar di Pasar Modal  -  Ada dua jenis pasar di pasar modal menurut Garda Pengetahuan

2. Jenis Pasar di Pasar Modal


a. Pasar perdana (primary market/Initial Public Offering)

Pasar tempat melakukan penawaran efek oleh sindikasi penjamin emisi dan agen penjualan kepada para investor publik.


b. Pasar sekunder (secondary market)

Pasar tempat efek-efek yang telah dicatatkan di bursa efek diperjual belikan. Pasar sekunder memberikan kesempatan kepada para investor untuk membeli atau menjual efek-efek yang tercatat di bursa, setelah terlaksana penawaran perdana. Di pasar ini efek-efek diperdagangkan dari satu investor- investor lainnya.  

Tabel Perbedaan antara Pasar Perdana dan Pasar Sekunder  
Jenis Pasar di Pasar Modal
Jenis Pasar di Pasar Modal
Semoga ilmu ekonomi mengenai Jenis Pasar di Pasar Modal ini bisa bermanfaat yah. Baca juga : 4 Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dalam ilmu Ekonomi

Friday, 7 April 2017

4 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan

4 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan - Permintaan suatu barang dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain sebagai berikut yang telah garda pengetahuan rangkum:
4 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan
Ilustrasi barang dan jasa

4 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan

a. Pendapatan atau penghasilan masyarakat.
b. Distribusi pendapatan masyarakat.
c. Selera konsumen terhadap barang.
d. Jumlah penduduk.
e. Harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut.
f. Prediksi masyarakat tentang kondisi di masa yang akan datang.
g. Adanya barang substitusi.
h. Kegunaan akan suatu barang.

Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi pergeseran kurva permintaan, akan tetapi ada tiga macam barang di mana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku, yaitu:  

a. barang giffen, adalah barang inferior (barang bermutu rendah) yang efek pendapatannya lebih besar daripada efek substitusinya,
b. barang spekulasi, adalah bila konsumen berharap bahwa harga barang di masa mendatang akan mengalami kenaikan, maka kenaikan harga sekarang justru diikuti dengan kenaikan permintaan,
c. barang prestise, adalah kesediaan konsumen untuk membayar barang dengan harga yang lebih tinggi, karena unsur prestise, misal pakaian bekas milik orang kenamaan, lukisan karya pelukis terkenal, dan sebagainya.  

Semoga bermanfaat tulisan mengenai 4 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan ini.

Contoh kelompok tanaman dapur dan tanaman obat

Contoh kelompok tanaman dapur dan kelompok tanaman obat

Sebagai manusia kita akan selalu membutuhkan makhluk lain. Kita juga membutuhkan lingkungan hidup yang sehat, bersih, hijau agar kegiatan tidak terganggu oleh penyakit, atau gangguan pada aspek fisiologis tubuh. Salah satu cara menata lingkungan hidup kita berdasarkan karakter alami adalah dengan penghijauan (greening), baik di rumah maupun di sekolah.  


Nah, berikut ini adalah contoh tanaman dapur dan tanaman obat:

Contoh kelompok tanaman dapur dan tanaman obat
Ilustrasi Tanaman Obat

Tanaman dapur
  1. Seledri (Apium graviolen)
  2. Bayam (Amaranthus hybridus)
  3. Cabai merah (Capsicum annuum)
  4. Cabai rawit (Capsicum frutescens)
  5. Jahe (Zingiber officinale)
  6. Tomat (Solanum lycopersicum)
  7. Kencur (Kaemferia galanga)
  8. Kunyit (Curcuma domestica)
  9. Lengkuas (Alpinia galanga)
  10. Serai (Cymbopogon nardus)
Tanaman Obat
  1. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi)
  2. Brotowali (Tinospora ceispa)
  3. Daun dewa (Gynura segetum)
  4. Jeruk nipis (Citus aurantifolia)
  5. Kecubung (Datura metel)
  6. Kumis kucing (Orthosiphon stamineus)
  7. Kunyit (Curcuma domestica)
  8. Lengkuas (Alpinia galanga)
  9. Lidah buaya (Aloe vera)
  10. Pegagan/antanan (Centella asiatica)
  11. Sambang darah (Excoecaria cochinchinensis)
  12. Sambiloto (Andrographis paniculata)
  13. Tapak dara (Catharanthus roseus)
Itulah informasi mengenai Contoh kelompok tanaman dapur dan tanaman obat



Thursday, 6 April 2017

Contoh Pelapukan Mekanik dan Pelapukan Kimiawi

Contoh Pelapukan Mekanik dan Pelapukan Kimiawi - Proses eksogenik bekerja di permukaan Bumi, berupa pelapukan, pengikisan atau erosi, masswasting, dan sedimentasi. Tenaga yang bekerja antara lain perubahan dinamika suhu, massa air, angin, serta aktivitas organisme termasuk manusia. Seperti halnya tenaga endogen, proses eksogenik juga mengakibatkan adanya bentukan bentukan muka Bumi.  Berikut ini ilmu geografi yang bisa garda pengetahuan berikan untuk para pembaca sekalian.

PELAPUKAN

Pelapukan merupakan proses penghancuran massa batuan pembentuk litosfer menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Berdasarkan prosesnya, secara umum pelapukan dibedakan menjadi dua macam, yaitu pelapukan mekanik dan pelapukan kimiawi.

Contoh Pelapukan Mekanik dan Pelapukan Kimiawi

A. Contoh Pelapukan Mekanik

Pelapukan mekanik adalah proses penghancuran batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil tanpa mengubah struktur kimianya. Pelapukan mekanik dinamakan pula pelapukanfisika atau desintegrasi. Jenis pelapukan ini dapat terjadi karena hal-hal berikut.  

(1) Perubahan Suhu secara Tiba-Tiba
Gejala perubahan suhu secara tiba-tiba sering terjadi di daerah iklim kering atau gurun. Pada siang hari, suhu udara sangat tinggi akibat intensitas penyinaran matahari yang kuat, akibatnya massa batuan mengalami pemuaian. Pada malam hari suhu menjadi sangat rendah bahkan di bawah titik beku, sehingga batuan mengalami pengerutan secara tiba-tiba. Proses pemuaian dan pengerutan ini terus-menerus berlangsung. Akibatnya, bongkah batuan dapat pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

(2) Pembekuan Air Menjadi Kristal-kristal Es pada Celah Batuan
Proses ini banyak terjadi di daerah iklim dingin atau di gurun. Pada waktu hujan, titik-titik air dapat masuk ke celah-celah atau retakan batuan. Pada malam hari saat udara menjadi sangat dingin, air di celah batuan tersebut membeku menjadi kristal es. Akibat  adanya gejala anomali air, yaitu pada saat membeku, volumenya meningkat sekitar 0,6 m3 dan massa es tersebut akan menekan celah-celah batuan. Proses penekanan itu dapat memecahkan massa batuan.

(3) Kegiatan Organisme (Makhluk Hidup)
Proses pelapukan oleh makhluk hidup dapat berupa penembusan akar tetumbuhan ke celah-celah batuan ataupun kegiatan mikro organisme, seperti cacing, jamur, dan bakteri di dalam tanah.

(4) Pergerakan Air
Pergerakan air juga dapat menyebabkan batuan yang dilaluinya pecah atau batuan yang dibawanya menjadi hancuran yang lebih kecil. Contoh batu kerikil yang diangkut air sungai, sudut batuannya
yang semula tajam menjadi bulat.

(5) Pergerakan Air Laut
Gelombang laut yang menghempas pantai merusakan batuan yang ada di pantai.

(6) Pergerakan Gletser
Gletser yang bergerak lambat menggerus material batuan yang dilaluinya.

B. Pelapukan Kimiawi

Pelapukan kimiawi atau dekomposisi adalah proses penghancuran massa batuan yang disertai dengan perubahan struktur kimianya. Pada gejala dekomposisi terjadi reaksi kimia antara massa batuan dengan zat pelapuk, seperti air, karbon dioksida, atau oksigen. Secara umum, pelapukan dibedakan menjadi proses oksidasi, hidrasi (hidrolisa), dan karbonasi.

Proses oksidasi merupakan reaksi kimiawi antara mineral batuan dan oksigen dan air sebagai zat pelarut. Gejala ini sangat jelas terlihat pada proses pelapukan batuan yang banyak mengandung unsur besi. Reaksi oksidasi terhadap batuan yang banyak mengandung besi menghasilkan karat besi (oksida besi) yang terlihat sebagai warna merah kecoklatan di sekeliling batuan. Contoh proses oksidasi antara
lain sebagai berikut.

(1) Pelapukan mineral Pirit menghasilkan Besi Sulfat  
(2) Pelapukan Oksida Besi menghasilkan mineral Limonit 

Hidrasi adalah bentuk reaksi kimia di mana air sebagai zat pelapuk teradsorpsi (tertarik atau tertangkap) oleh suatu mineral. Adapun hidrolisa adalah reaksi kimia suatu mineral (batuan) dengan
air yang berfungsi sebagai zat pelapuk, di mana air terurai menjadi ion hidrogen (H
+) dan hidroksil (OH-). 

Sekian ilmu Geografi mengenai Contoh Pelapukan Mekanik dan Pelapukan Kimiawi.

 


Tuesday, 28 March 2017

Pupuk urea diberikan pada tanaman bertujuan untuk

Pupuk urea diberikan pada tanaman bertujuan untuk ??

Jawaban pupuk urea diberikan pada tanaman bertujuan untuk

Berfungsi untuk membuat daun tanaman lebih hijau, segar, subur serta sangat berperan pesat dalam melancarkan proses fotosintetis.

Pupuk urea diberikan pada tanaman bertujuan untuk
Pupuk urea diberikan pada tanaman bertujuan untuk

Manfaat dan Fungsi Pupuk Urea

Manfaat dan fungsi pupuk urea yang sangat jelas terlihat pada pertumbuhan tanaman adalah salah satu penyebab mengapa petani selalu berbondong-bondong menggunakan pupuk yang proses pembuatannya cukup rumit ini. Selain itu, gejala kekurangan unsur yang terkandung dalam urea (kahat nitrogen) dapat langsung terlihat efek buruknya terhadap tanaman menambah ketergantungan petani pada urea.

Secara umum, manfaat dan fungsi pupuk urea adalah sebagai nutrisi dalam proses pertumbuhan vegetatif tanaman seperti daun, akar, batang, tunas, dan lain sebagainya. Sedangkan secara praktis, pupuk urea berfungsi sebagai berikut:

  • Membuat daun lebih rimbun, segar, dan hijau.
  • Mempercepat pertumbuhan tinggi tanaman.
  • Memperbanyak jumlah anakan.
  • Mempercepat pertumbuhan serabut akar.
  • Mempercepat pertumbuhan panjang akar.
  • Meningkatkan pertumbuhan lilit batang.
  • Meningkatkan pertumbuhan tunas baru.
  • Memacu adaptasi perumbuhan tanaman pada kondisi aklimatisasi.
  • Mempercepat sintesis protein dalam tanaman.
  • Meningkatkan laju fotosintesis.
  • Memperbaiki sifat kimia tanah yang terkait dengan ketersediaan nitrogen dalam menunjang pertumbuhan tanaman.


Apabila manfaat dan fungsi pupuk urea di atas tidak tercukupi dalam menunjang tumbuh tanaman, maka akan terjadi beberapa gejala kekurangan nitrogen defisiensi atau kahat) yang akan langsung tampak pada tanaman. Berikut ini adalah beberapa gejala kekurangan nitrogen (urea) yang tampak pada tanaman.
  • Daun muda berwarna kuning pucat.
  • Daun tua berwarna kekuning-kuningan.
  • Tanaman tumbuh lambat dan kerdil.
  • Buah tumbuh tidak sempurna hingga masak sebelum waktunya.
  • Pada kondisi kahat nitrogen parah, daun tanaman menjadi kering mulai dari daun bagian bawah.


Monday, 27 March 2017

Pola - Pola dalam Pengelolaan Tanah

Pola - Pola dalam Pengelolaan Tanah - Pengolahan tanah dalam usaha budidaya pertanian bertujuan untuk menciptakan keadaan tanah olah yang siap tanam baik secara fisis, kemis, maupun biologis, sehingga tanaman yang dibudidayakan akan tumbuh dengan baik. Pengolahan tanah terutama akan memperbaiki secara fisis, perbaikan kemis dan biologis terjadi secara tidak langsung tanah-tanah yang telah diolah dan dibiarkan beberapa saat agar terkena sinar matahari dan udara, sehingga akan dapat memperbaiki fisik, khemis dan biologi tanah. 

Pada saat dilakukan pengolahan tanah secara otomatis bekas sisa-sisa tanaman dan gulma serta benih-benih gulma akan tertutup tanah, sehingga akan dapat menghambat perkembangannya.

Berdasarkan alasan tersebut di atas, maka pengolahan tanah dalam budidaya tanaman sebaiknya tetap dilakukan, karena pengolahan tanah tetap sangat penting artinya bagi pertumbuhan tanaman. Beberapa pola pengolahan tanah pertama (pembajakan), antara lain :  

Pola - Pola dalam Pengelolaan Tanah

1) Pola Tengah

Pembajakan dilakukan dari tengah membujur lahan, kemudian pembajakan kedua dilakukan pada sebalah hasil pembajakan pertama. Traktor diputar ke kanan dan membajak rapat dengan hasil pembajakan pertama. Pembajakan berikutnya dengan cara berputar ke kanan sampai ke tepi lahan.  
Pola - Pola dalam Pengelolaan Tanah
Pola Tengah


Pola ini cocok untuk lahan yang memanjang dan sempit. Diperlukan lahan untuk berbelok (head land) pada kedua ujung lahan. Ujung lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak 2 atau 3 pembajakan terakhir. Ujung lahan yang tidak terbajak diolah dengan cara manual (di cangkul)  


Dengan pola ini akan menghasilkan alur balik (back furrow), yaitu alur bajakan yang saling berhadapan satu sama lain, sehingga akan terjadi penumpukkan lemparan hasil pembajakan memanjang di tengah jalan. Pada tepi lahan alur hasil pembajakan tidak tertutup oleh lemparan hasil pembajakan.  

Alur pada tepi lahan
Alur pada tepi lahan

2) Pola Tepi

Pembajakan dilakukan dari tepi membujur lahan, lemparan hasil pembajakan ke arah luar lahan. Pembajakan kedua pada sisi seberang pembajakan pertama. Traktor diputar ke kiri dan membajak dari tepi lahan dengan arah sebaliknya. Pembajakan berikutnya dengan cara berputar ke kiri sampai ke tengah lahan.  

pola tepi tanah
Pola tepi
Pola ini cocok untuk lahan yang memanjang dan sempit. Diperlukan lahan untuk berbelok (head land) pada kedua ujung lahan. Ujung lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak 2 atau 3 pembajakan terakhir. Ujung lahan yang tidak terbajak diolah dengan cara manual (di cangkul).
Dengan pola ini akan menghasilkan alur mati (dead furrow), yaitu alur bajakan yang saling berdampingan satu sama lain, sehingga akan terjadi alur yang tidak tertutup oleh lemparan tanah hasil pembajakan dan memanjang di tengah lahan. Pada tepi lahan lemparan hasil pembajakan tidak jatuh pada alur hasil pembajakan.  

3) Pola Keliling Tengah

Pengolahan tanah dilakukan dari titik tengah lahan, berputar sejajar sisi lahan sampai ke tepi lahan. Lemparan pembajakan ke arah dalam lahan. Pada awal pengolahan operator akan mengalami kesulitan dalam membelokkan traktor.  

Pola pengolahan ini cocok untuk lahan yang berbentuk bujur sangka dan lahan tidak terlalu luas. Diperlukan lahan untuk berbelok pada kedua diagonal lahan.lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak pada  2 atau 4 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak, diolah dengan cara manual dengan cangkul.

4) Pola Keliling Tepi

Pengolahan tanah dilakukan dari salah satu titik sudut lahan, berputar ke kiri sejajar sisi lahan sampai ke tepi lahan. Lemparan pembajakan ke arah luar lahan. Pada akhir pengolahan, operator akan kesulitan dalam membelokkan traktor Pola pengolahan ini cocok untuk lahan yang berbentuk bujur sangkar dan lahan tidak terlalu luas. Diperlukan lahan untuk berbelok pada kedua diagonal lahan.lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak pada 2 atau 4 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak, diolah dengan cara manual dengan cangkul.

5) Pola Bolak Balik Rapat

Pengolahan dilakukan dari tepi salah satu sisi lahan dengan arah membujur. Arah lemparan hasil pembajakan ke luar. Setelah sampai ujung lahan, pembajakan kedua dilakukan berimpit dengan pembajakan pertama. Arah lemparan hasil pembajakan kedua dibalik, sehingga akan mengisi alur hasil pembajakan pertama. Pembajakan dilakukan secara bolak balik sampai sisi lahan.  
  
pola bolak balik rapat
pola bolak balik rapat
Pola ini juga cocok untuk lahan yang memanjang dan sempit, diperlukan lahan untuk berbelok (head land) pada kedua ujung lahan. Ujung lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak pada 2 atau 3 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak (pada ujung lahan), diolah dengan cara manual dengan cangkul.
Pola ini hanya cocok dilakukan untuk bajak yang dapat diubah arah lemparan pembajakan. Pola ini dapat juga dilakukan untuk pengolahan tanah kedua dengan mesin rotari, karena hasil dari pengolahannya tidak terlempar ke samping.
Catatan :Pola 1 sampai 4 digunakan untuk jenis bajak yang hasil lemparan tanahnya ke kanan. Apabila jenis bajak yang digunakan hasil lemparan tanahnya ke kiri, maka arah putaran pembajakan dibalik.  

Semoga bisa bermanfaat yah Pola - Pola dalam Pengelolaan Tanah


Sunday, 26 March 2017

Struktur Sel dan fungsi sel Hewan (Lengkap)


Sel merupakan kesatuan struktural dan fungsional penyusun makhluk hidup yang dapat memperbanyak diri. Aktivitas yang ada dalam sel terjadi dalam organel-organel yang mendukung fungsi-fungsi tertentu. Adapun fungsi dari bagian-bagian penyusun sel adalah sebagai berikut :

Struktur Sel dan fungsi sel Hewan



1) Dinding sel

Dinding sel bersifat permeabel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh. Sel-sel yang mempunyai dinding sel antara lain : bakteri, cendawan, ganggang (protista) dan tumbuhan. Kelompok makhluk hidup tersebut mempunyai sel dengan bentuk yang jelas dan kaku (rigid). Pada protozoa (protista) dan hewan tidak mempunyai dinding sel, sehingga bentuk selnya kurang jelas dan fleksibel, tidak kaku. 

Pada bagian tertentu dari dinding sel tidak ikut mengalami penebalan dan memiliki plasmodesmata, disebut noktah (titik).

2) Membran plasma

Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar, bersifat semi/selektif permeabel, berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi, osmosis dan transport aktif. Membran plasma disusun oleh fosfolipid, proten, kolesterol.

3) Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti, terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup. Organel-organel yang terdapat dalam sitoplasma antara lain :

a) Retikulum Endoplasma (RE) berupa saluran-saluran yang dibentuk oleh membran . RE terbagi dua macam, yaitu RE halus dan RE kasar. Pada RE kasar terdapat ribosom, berfungsi sebagai tempat  intesis protein. Sedangkan pada RE halus tidak terdapat ribosom, berfungsi sebagai tempat sintesis lipid.  
Struktur Sel dan fungsi sel Hewan
Struktur Sel dan fungsi sel Hewan ( Sel hewan dan organ penyusunnya(Campbell et al, 2006) ) 

b) Ribosom terdiri atas dua unit yang kaya akan RNA, berperan dalam sintesis protein. Ribosom ada yang menempel pada RE kasar dan ada yang terdapat bebas dalam sitoplasma.
c) Mitokondria memiliki membran rangkap, membran luar dan membran dalam. Di antara kedua membran tersebut erdapat ruang antar membran. Membran dalam berlekuk-lekuk disebut krista yang berfungsi untuk memperluas bidang permukaan agar proses penyerapan oksigen dan pembentukan energi lebih efektif. Pada bagian membran dalam terdapat enzim ATP sintesa yang berfungsi sebagai tempat sintesis ATP. Fungsi mitokondria ini adalah tempat respirasi aerob. 

d) Lisosom berupa butiran kecil/bundar, berisi enzim pencerna yang berfungsi dalam pencernaan intrasel.



e) Aparatus Golgi (Badan Golgi) berupa tumpukan kantung-kantung pipih, berfungsi sebagai tempat sintesis dari sekret (seperti getah pencernaan, banyak ditemukan pada sel kelenjar), membentuk protein dan asam inti (DNA/RNA), serta membentuk dinding dan membran sel.

f) Plastida
Berbentuk bulat cakram yang ditemukan pada tumbuhan, terbagi atas tiga macam:
  • Leukoplas = Amiloplas : plastida yang tidak berwarna, dapat membentuk dan menyimpan butir-butir zat tepung/pati.
  • Kromoplas adalah plastida berwarna selain hijau, karena adanya pigmen : melanin (hitam), likopin (merah), xantophil (kuning), karoten (jingga), fikosianin (biru) dan fikoeritrin (coklat).
  • Kloroplas merupakan plastida berwarna hijau, karena mengandung zat hijau daun (klorofil), terdiri atas : klorofil a (warna hijau biru = C55H72O5N4Mg) dan klorofil b (warna hijau kuning = C55H70O6N4Mg)

1) Vakuola berbentuk rongga bulat, berisi senyawa kimia tertentu atau sisa produk metabolisme sel, yang mengandung berbagai macam zat sesuai pada jenis selnya. Misalnya dapat berisi garam nitrat pada tanaman tembakau, tanin pada sel-sel kulit kayu, minyak eteris pada kayu putih dan mawar, terpentin pada damar, kinin pada kina, nikotin pada tembakau, likopersin pada tomat, piperin pada lada.

2) Nukleus (Inti sel) dibatasi oleh membran inti, mengandung benangbenang kromatin dan nukleolus (anak inti sel). Membran inti terdiriatas dua lapis dan mempunyai pori. Benang-benang kromatin akan memendek pada waktu proses pembelahan sel membentuk  kromosom. Nukleus berfungsi mengatur segala aktivitas yang terjadi dalam sel.


3) Nukleus (Inti sel) dibatasi oleh membran inti, mengandung benangbenang kromatin dan nukleolus (anak inti sel). Membran inti terdiriatas dua lapis dan mempunyai pori. Benang-benang kromatin akan memendek pada waktu proses pembelahan sel membentuk kromosom. Nukleus berfungsi mengatur segala aktivitas yang terjadi dalam sel  

Semoga bisa bermanfaat Struktur Sel dan fungsi sel Hewan

Peta Konsep Energi dalam Fisika

Peta Konsep Energi dalam Fisika - Energi adalah kemampuan melakukan kerja. Disebut demikian karena setiap kerja yang dilakukan sekecil apapun dan seringan apapun tetap membutuhkan energi. Menurut KBBI energi didefiniskan sebagai daya atau kekuatan yang diperlukan untuk melakukan berbagai proses kegiatan. Energi merupakan bagian dari suatu benda tetapi tidak terikat pada benda tersebut. Energi bersifat fleksible artinya dapat berpindah dan berubah.

Peta Konsep Energi dalam Fisika

Peta Konsep Energi dalam Fisika
Peta Konsep Energi dalam Fisika
Semoga bisa bermanfaat yah.