Friday, 24 March 2017

Penyebab Runtuhnya VOC di Indonesia

Perjalanan kongsi dagang VOC lama kelamaan mengalami kemunduran, bahkan VOC runtuh pada tanggal 31 Desember 1799. Kemunduran VOC disebabkan hal-hal berikut :

Penyebab Runtuhnya VOC di Indonesia

Penyebab Runtuhnya VOC di Indonesia
Logo VOC

a. Perang-perang yang dilakukan membutuhkan biaya yang besar padahal hasil dari bumi Indonesia telah terkuras habis dan kekayaan Indonesia sudah telanjur terkirim ke negeri Belanda. VOC tidak kuat lagi membiayai perang-perang tersebut  

b. Kekayaan menyebabkan para pegawai VOC melupakan tugas, kewajiban, dan tanggungng jawab mereka terhadap pemerintah dan masyarakat. Untuk lebih memperkaya diri,nmereka melakukan tindak korupsi. Merajalelalah korupsi di Indonesia maupun di negeri Belanda.
c. Terjadinya jual beli jabatan. Seorang VOC yang ingin pulang ke negerinya karena sudah terlampau kaya atau pensiun dapat menjual jabatannya kepada orang lain dengan harga tinggi. Hal ini akan menjadi sistem suap yang merajalela.
d. Tumbuhnya tuan-tuan tanah partikelir. Pemerintah yang kekurangan biaya untuk membiayai pemerintahannya dan perang terpaksa menjual tanah-tanah yang luas kepada orang-orang partikelir dengan hak pertuanan.
e. Kekurangan biaya tersebut tidak dapat ditutup dengan hasil penjualan tanah saja, VOC harus juga mencari pinjaman. Akibatnya, utang VOC semakin besar.
f. Pada akhir abad ke-18, VOC tidak mampu lagi memerangi pedagang-pedagang Eropa lainnya (Inggris, Prancis, Jerman) yang dengan leluasa berdagang di Nusantara sehingga monopoli VOC hancur. 


Keberadaan VOC sudah tidak dapat dipertahankan lagi sehingga harta milik dan utang-utangnya diambil alih oleh pemerintah negeri Belanda. Pemerintah kemudian membentuk Komisi Nederburg untuk mengurusinya, termasuk mengurusi wilayah VOC di Indonesia (1800 – 1907).  

Semoga tulisan mengenai Penyebab Runtuhnya VOC di Indonesia ini bisa bermanfaat yah.

Jenis - Jenis Batuan Malihan (Metamorfosis)

Jenis - Jenis Batuan Malihan (Metamorfosis) - Batuan malihan terbentuk dari batuan beku atau batuan sedimen yang telah berubah wujud. Karena itu, batuan malihan disebut juga batuan metamorfosis.

Batuan malihan dapat dibagi berdasarkan proses pembentukannya, yaitu sebagai berikut.

Jenis - Jenis Batuan Malihan (Metamorfosis)

Jenis - Jenis Batuan Malihan (Metamorfosis)
Jenis - Jenis Batuan Malihan (Metamorfosis)


1) Batuan malihan kontak, yaitu terbentuk karena adanya pemanasan atau peningkatan suhu dan perubahan kimia karena intrusi magma. Contohnya, batu marmer yang berasal dari batu kapur.
2) Batuan malihan dinamo, yaitu terbentuk karena adanya tekanan yang besar disertai pemanasan dan tumbukan. Tekanan dapat berasal dari lapisan-lapisan yang berada di atas batu dalam jangka waktu lama. Contohnya batu sabak yang berasal dari tanah liat. Contoh lainnya batubara yang berasal dari sisa-sisa jasad hewan dan tumbuhan di daerah rawa-rawa (tanah gambut).
3) Batuan malihan thermal-pneumatolik, yaitu terbentuk karena adanya zat-zat tertentu yang memasuki batuan yang sedang mengalami metamorfosis. Contohnya, batu zamrud, permata, dan topaz.  

Pembuahan dan Perkembangan Embrio


Pembuahan dan Perkembangan Embrio - Pada umumnya, setiap 28 hari sekali ovarium melepaskan sebuah sel telur. Pelepasan sel telur ini disebut ovulasi. Ketika terjadi ovulasi, dinding uterus mengalami penebalan sehingga menjadi tempat yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan zigot. 


Pembuahan dan Perkembangan Embrio

Bila sesaat setelah terjadi ovulasi ada sel sperma yang masuk ke saluran telur, maka akan terjadi pembuahan.

Sel telur yang telah dibuahi disebut zigot. Zigot kemudian membelah menjadi dua sel, empat sel, delapan sel, dan seterusnya sehingga terbentuk embrio atau janin. Beberapa hari setelah zigot menempel di dinding uterus, akan terbentuk sekumpulan pembuluh-pembuluh darah di dinding uterus yang disebut plasenta. Kebutuhan janin dipenuhi dari plasenta dengan perantaraan tali pusat atau ari-ari (perhatikan Gambar dibawah ini). 
Pembuahan dan Perkembangan Embrio
Embrio manusia umur
8 minggu.
Sumber: www.med.kyoto-u.ac.jp  





Fungsi plasenta adalah sebagai pelindung janin dari kuman penyakit dan racun tertentu; sebagai pengatur nutrisi dan oksigen bagi fetus dari ibu; dan sebagai jalan pembuangan sisa metabolisme dari janin ke tubuh ibu. Lama kehamilan pada manusia sekitar 266 hari atau 9 bulan lebih 10 hari. Setelah kehamilan mencapai usia tersebut, tibalah saatnya untuk proses persalinan atau kelahiran bayi.


Jika sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma, lapisan dinding uterus yang telah menebal akan meluruh bersama darah dan dikeluarkan melalui vagina. Peristiwa ini disebut menstruasi. Umum menstruasi akan terjadi setiap 28 hari sekali, walaupun ada perempuan yang mendapatkan menstruasi kurang dari 28 hari dan ada pula yang lebih dari 28 hari. Bagi remaja putri, menjaga kebersihan tubuh sangat penting ketika mengalami menstruasi. 

Darah haid yang keluar harus ditahan dengan pembalut dan dibersihkan agar tidak menimbulkan penyakit. Seorang remaja perempuan yang telah mendapatkan menstruasi menunjukkan bahwa dia telah mampu menghasilkan sel telur. 



Dengan kata lain, dia telah siap bereproduksi dan melahirkan bayi. Namun demikian, remaja belum mempunyai kesiapan fisik, mental, dan sosial-ekonomi untuk mendapatkan kehamilan. Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati dalam bergaul, jangan pernah terjerumus dalam pergaulan seks bebas
dan seks pranikah!  

Sekian informasi mengenai Pembuahan dan Perkembangan Embrio

Wednesday, 22 February 2017

Peraturan Pertandingan Pencak Silat 2017

Peraturan Pertandingan Pencak Silat 2017
Peraturan Pertandingan Pencak Silat 2017

Peraturan Pertandingan Pencak Silat 2017

1. Ketentuan Bertanding

a. Pertandingan pencak silat dilakukan oleh dua orang pesilat yang saling berhadapan untuk melakukan pembelaan (hindaran, elakan dan tangkisan), melakukan serangan pada sasaran (serangan tangan dan kaki), menjatuhkan lawan, dan mengunci lawan.
b. Pertandingan dilakukan dalam 3 babak, setiap babak selama 2 menit dengan waktu istirahat antarbabak selama 1 menit.
c. Ketentuan pertandingan adalah sebagai berikut.
1) Setiap pembelaan dan serangan harus berpola dari sikap awal, pasangan, langkah serta adanya koordinasi dalam melakukan serangan atau pembelaan harus kembali pada sikap awal/pasang.
2) Serangan beruntun harus tersusun dengan teratur dan berangkai dengan berbagai cara ke arah sasaran, sebanyak-banyaknya 4 jenis serangan.
3) Mematuhi ketentuan mengenai sasaran, larangan-larangan dan kaidah pencak silat dan ketentuan-ketentuan perwasitan umumnya.
d. Pertandingan pencak silat dipimpin oleh 1 orang wasit dan 5 orang juri.

2. Ketentuan Kemenangan

a. Menang angka, yaitu jika pertandingan selesai 3 babak dan juri memenangkan salah satu pesilat.
b. Menang teknik, yaitu jika lawan tidak bisa melanjutkan pertandingan karena:
1) Menyatakan diri tidak dapat melanjutkan pertandingan.
2) Atas keputusan dokter pertandingan karena kondisinya.
3) Atas permintaan pelatih.
c. Menang mutlak, yaitu lawannya jatuh karena serangan yang sah dan tidak sadar setelah hitungan wasit sampai ke-10 dalam waktu 10 detik.
d. Menang diskualifikasi, jika:
1) Lawan mendapat peringatan ke-3 setelah peringatan ke-2.
2) Lawan melakukan pelanggaran yang diberikan hukuman langsung diskualifikasi.
3) Melakukan pelanggaran tingkat pertama dan lawan cedera dan tidak dapat melanjutkan pertandingan/keputusan dokter pertandingan.
e. Menang karena pertandingan tidak seimbang.
f. Menang karena lawan tidak hadir dalam pertandingan atau mengundurkan diri.

Lanjut >> Peraturan Pertandingan Pencak Silat

3. Ketentuan Hukuman Kepada Pesilat

a. Teguran
Diberikan jika pesilat melakukan pelanggaran ringan.
1) Teguran I, nilai dikurangi satu.
2) Teguran II, nilai dikurangi dua.

b. Peringatan I
Mendapat teguran ke-3 dalam satu babak akibat pelanggaran ringan. Peringatan ini dikurangi lima.

c. Peringatan II
Diberikan bila pesilat mendapat peringatan I dan peringatan II dan nilai dikurangi sepuluh.

d. Diskualifikasi diberikan bila pesilat:
1) Mendapat peringatan setelah peringatan II.
2) Melakukan pelanggaran berat yang didorong oleh unsur kesengajaan yang
bertentangan dengan norma keolahragaan.
3) Melakukan pelanggaran tingkat pertama dan lawan cedera tidak dapat
melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter pertandingan.

4. Ketentuan Penilaian

a. Nilai 1 (satu)
Nilai satu diberikan untuk:
1) Elakan/tangkisan yang berhasil yang langsung disusul oleh serangan yang masuk pada sasaran atau teknik jatuhan yang berhasil.
2) Serangan tangan yang masuk sasaran.

b. Nilai 2 (dua)
Nilai dua diberikan untuk serangan kaki yang masuk sasaran.

c. Nilai 3 (tiga)
Nilai tiga diberikan untuk menjatuhkan lawan.

d. Nilai 4 (empat)
Nilai empat diberikan untuk mengunci lawan.

e. Kerapian teknik
Selain di atas diberikan kerapian teknik, yaitu penilaian atas kaidah-kaidah permainan pencak silat, dengan nilai terendah 2 (dua) dan nilai tertinggi 5 (lima) pada setiap babak.

f. Sasaran serang
Sasaran yang boleh diserang adalah bagian tubuh, kecuali leher ke atas dan kemaluan, antara lain dada, perut, pinggang kiri dan kanan, punggung, sedang tungkai dapat dijadikan sasaran serangan menjatuhkan dan mengunci, namun tidak mempunyai nilai sebagai serangan perkenaan.

Peraturan Pertandingan Pencak Silat 2017

Monday, 23 January 2017

Cara Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah

Cara Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah - Pertimbangan untuk memilih atau menentukan apakah suatu masalah layak dan sesuai untuk diteliti pada dasarnya dilakukan dari dua arah.
Cara Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah


Cara Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah


a. Pertimbangan dari Arah Masalahnya
Dalam hal ini, pertimbangan dibuat atas dasar sejauh mana penelitian mengenai masalah tersebut akan memberi sumbangan kepada dua hal berikut ini:
1) pengembangan teori dalam bidang yang berhubungan dengan dasar teoritis penelitian;
2) pemecahan masalah praktis. Ini berarti bahwa kelayakan suatu masalah untuk diteliti sifatnya relatif, tidak ada kriteria, dan keputusan tergantung kepada ketajaman calon peneliti untuk melakukan evaluasi secara kritis, menyeluruh, dan menjangkau ke depan.

b. Pertimbangan dari Arah Calon Peneliti
Pertimbangan kelayakan sebuah masalah dalam penelitian yang didasarkan pada arah calon peneliti dibuat atas dasar empat hal, yaitu sebagai berikut.
1) Biaya yang cukup untuk melakukan penelitian.
2) Waktu yang dapat digunakan. Seorang siswa yang waktunya terbatas sebaiknya tidak melakukan penelitian yang memerlukan waktu bertahun-tahun.
3) Bekal kemampuan teoritis. Mampukah peneliti melakukan penelitian tersebut? Misalnya, penelitian tentang makhluk hidup yang diberi perlakuan radioaktif. Jika peneliti belum pernah belajar radioaktif, tentu akan sulit mengerjakan penelitian tersebut.
4) Alat-alat dan perlengkapan yang tersedia. Seorang siswa yang tidak memiliki peralatan laboratorium yang memadai sebaiknya tidak melakukan penelitian yang memerlukan alat dan perlengkapan yang
rumit dan tidak terjangkau. Jadi, setiap calon peneliti perlu menanyakan kepada diri sendiri, ”Apakah masalah yang hendak diteliti sesuai baginya?” Jika tidak, sebaiknya dipilih masalah lain atau masalah itu dimodifikasi sehingga menjadi sesuai baginya.

Cara Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah

Awalan-awalan untuk pangkat dari 10

Awalan-awalan untuk pangkat dari 10 - Jika anda sedang belajar kimia ataupun biologi, maka memelajari Awalan-awalan untuk pangkat dari 10 ini akan sangat bermanfaat, karena akan digunakan untuk banyak sekali materi.

Awalan-awalan untuk pangkat dari 10

Awalan-awalan untuk pangkat dari 10
Awalan-awalan untuk pangkat dari 10
Semoga bisa bermanfaat yah, Awalan-awalan untuk pangkat dari 10

Tabel Orde magnitudo massa beberapa benda

Tabel Orde magnitudo massa beberapa benda - Tabel ini bermanfaat bagi anda untuk menentukan tetapan umum massa suatu benda di alam semesta ini.

Orde magnitudo massa beberapa benda (Tipler, 1991)
Orde magnitudo massa beberapa benda (Tipler, 1991)
Tabel Orde magnitudo massa beberapa benda

Tabel Orde magnitudo panjang beberapa benda

Tabel Orde magnitudo panjang beberapa benda - Berikut ini kami sajikan Tabel. Orde magnitudo panjang beberapa benda yang bisa bermanfaat bagi anda para peserta didik.

Tabel Orde magnitudo panjang beberapa benda
Semoga bisa bermanfaat yah Tabel Orde magnitudo panjang beberapa benda