Wednesday, 9 November 2016

Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

Gangguan pada Sistem Peredaran Darah - Kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah sering kita jumpai pada seseorang. Kelainan dan penyakit tersebut dapat disebabkan oleh faktor keturunan (genetik), adanya kerusakan pada sistem peredaran darah, dan faktor-faktor lain yang belum diketahui. Kelainan dan penyakit tersebut antara lain:

Gangguan pada Sistem Peredaran Darah


a. Anemia

Anemia sering disebut sebagai penyakit kurang darah. Kurang darah terjadi karena kandungan hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah rendah atau berkurangnya sel darah merah. Berkurangnya kandungan Hb dapat disebabkan makanan yang kurang mengandung zat besi. Berkurangnya sel darah merah sering terjadi pada penderita penyakit malaria. Hal ini karena plasmodium sebagai penyebab penyakit malaria memakan sel darah merah. Demikian pula penderita penyakit cacing tambang sering mengalami anemia. 

b. Talasemia

Talasemia merupakan penyakit yang diturunkan. Talasemia sering terdapat pada bayi dan anak-anak. Pada penderita talasemia, daya ikat sel darah merahnya terhadap oksigen rendah karena kegagalan pembentukan hemoglobin. Penderita talasemia berat membutuhkan transfusi darah setiap bulan.

c. Hemoſli

Hemoſli merupakan penyakit yang menyebabkan darah sukar membeku bila terjadi luka. Kelainan ini disebabkan oleh faktor keturunan ( genetik). Kelainan tidak dapat diobati, tetapi dapat dicegah. Penderita harus menghindari terjadinya pendarahan agar darah tidak mengalir terus. 

d. Leukemia

Leukemia atau kanker darah adalah penyakit bertambahnya sel darah putih yang tidak terkendali.
Beberapa gejala leukemia yaitu:
1)  Demam, kedinginan, dan gejala seperti ƀu.
2)  Badan lemah dan sakit kepala.
3)  Sering mengalami infeksi.
4)  Kehilangan berat badan.
5)  Berkeringat, terutama malam hari.
6)  Nyeri tulang atau sendi.
Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab leukemia. Namun, para peneliti menduga penyebab leukemia antara lain radiasi energi tinggi, misalnya bom nuklir, bahan kimia benzena yang mengenai seseorang dalam jangka waktu lama, dan keadaan genetik seseorang, misalnya penderita sindrom  Downlebih banyak menderita leukemia dibanding orang normal.

e. Hipertensi

Hipertensi disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi di dalam arteri. Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi bila nilai ambang tekanan sistolik antara 140 – 200 mmHg atau lebih dan nilai ambang tekanan ambang diastolik antara 90 – 110 mmHg atau lebih.

Beberapa penderita tidak menunjukkan gejala-gejala akibat tekanan darah tinggi. Namun, beberapa orang ada yang mengalami gejala-gejala, yaitu sakit kepala, napas pendek, dan penglihatan kabur. Penyebab hipertensi berkaitan dengan umur, kegemukan, dan keturunan.

d. Leukemia

Leukemia atau kanker darah adalah penyakit bertambahnya sel darah putih yang tidak terkendali. Beberapa gejala leukemia yaitu:
1)  Demam, kedinginan, dan gejala seperti ƀu.
2)  Badan lemah dan sakit kepala.
3)  Sering mengalami infeksi.
4)  Kehilangan berat badan.
5)  Berkeringat, terutama malam hari.
6)  Nyeri tulang atau sendi.
Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab leukemia. Namun, para peneliti menduga penyebab leukemia antara lain radiasi energi tinggi, misalnya bom nuklir, bahan kimia benzena yang mengenai seseorang dalam jangka waktu lama, dan keadaan genetik seseorang, misalnya penderita sindrom  Downlebih banyak menderita leukemia dibanding orang normal.

e. Hipertensi

Hipertensi disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi di dalam arteri. Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi bila nilai ambang tekanan sistolik antara 140 – 200 mmHg atau lebih dan nilai ambang tekanan ambang diastolik antara 90 – 110 mmHg atau lebih.

Beberapa penderita tidak menunjukkan gejala-gejala akibat tekanan darah tinggi. Namun, beberapa orang ada yang mengalami gejala-gejala, yaitu sakit kepala, napas pendek, dan penglihatan kabur. Penyebab hipertensi berkaitan dengan umur, kegemukan, dan keturunan.

Semoga bermanfaat yah, Gangguan pada Sistem Peredaran Darah.

Sunday, 6 November 2016

Ciri - Ciri dan Contoh Ordo Insekta

Ciri - Ciri dan Contoh Ordo Insekta - Kelompok Insekta atau serangga mempunyai species sangat banyak, hidupnya di darat dan air. Ukuran tubuhnya relatif kecil. Insekta sering disebut juga sebagai heksapoda, yaitu mempunyai kaki enam (3 pasang). Tubuh dibedakan atas kepala, dada, dan perut. 

Pada kepala terdapat sepasang antena yang dapat digunakan untuk membau dan meraba. Terdapat juga mulut, mata majemuk (mata faset) ada yang bermata tunggal (oselus). Mulut insekta menurut fungsinya dibedakan menjadi empat tipe, yaitu tipe penjilat dan pengisap (lalat rumah), tipe pengisap (kupu-kupu), tipe penusuk dan pengisap (nyamuk), dan tipe penggigit (belalang).

Bagian dada terdiri atas 3 ruas dan terdapat 3 pasang kaki beruas-ruas, juga terdapat sayap. Adapun pada perut terdapat 6 sampai 11 ruas, pada ruas belakang posterior sebagai alat reproduksi. Pada Insekta betina terdapat alat peletak telur yang disebut ovipositorserta kantung untuk menyimpan sperma. 
Ciri - Ciri dan Contoh Ordo Insekta
Ciri - Ciri dan Contoh Ordo Insekta

Respirasinya menggunakan pembuluh trakea, yaitu udara dari luar masuk ke jaringan melalui pembuluh trakea. Jumlah jantungnya 5 buah dan sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Perlu Anda ingat, darah insekta hanya mengedarkan sari-sari makanan dan tidak berfungsi mengedarkan oksigen karena sudah dilakukan oleh pembuluh trakea. 

Sistem ekskresinya menggunakan pembuluh malphigi yang mengelilingi anus. Daur hidup serangga ini mengalami perubahan bentuk yang disebut metamorfosis. Coba ingat kembali ada berapa jenis metamorfosis! Akan tetapi ada jenis insekta tidak mengalami metamorfosis yang digolongkan sebagai serangga ametabola,misalnya kutu buku (Lepisma).

Tabel Ciri - Ciri dan Contoh Ordo Insekta

Ciri - Ciri dan Contoh Ordo Insekta
Ciri-ciri Insekta
Ciri - Ciri dan Contoh Ordo Insekta
Contoh Ordo Insekta
Semoga tulisan mengenai Ciri - Ciri dan Contoh Ordo Insekta ini bisa bermanfaat yah. Baca juga 

JENIS-JENIS HEWAN ECHINODERMATA


Saturday, 5 November 2016

Ciri-Ciri Umum Echinodermata

Ciri-Ciri Umum Echinodermata - Bentuk tubuh Echinodermata bermacam-macam seperti bintang, tumbuhan, bunga, ular, sosis, dan bola. Jika dipegang kulitnya keras karena terbuat dari zat kapur/kitin sebagai rangka luar dan pada permukaan insang kulitnya terdapat duri-duri. Jika dipotong radial akan membagi tubuh secara simetris atau simetri radial (lima bagian).

Echinodermata termasuk hewan triplobastik selomata. Mulutnya terletak di bawah dan anus berada di atas. Hewan ini memiliki sistem amburakal, yaitu gerakannya terjadi dengan mengubah tekanan air yang diatur oleh sistem pembuluh air yang berkembang dari selom. Sistem tersebut digunakan untuk bergerak, bernapas, dan membuka mangsanya.

Bagaimana cara bergeraknya? Pada bagian atas terdapat suatu lubang yang disebut madreporit, dilengkapi dengan saringan (pori). Air masuk melalui madreporit menuju ke bawah kemudian bermuara pada saluran cincin (melingkar mengelilingi kerongkongan). Dari saluran ini terdapat 5 cabang saluran ke tiap-tiap lengan dan dari saluran inilah terdapat deretan kaki-kaki tabung (kaki amburakal) yang berpasangan. Kaki ini dapat dijulurkan keluar ke arah bawah. Ujung kakinya membesar dan mengandung otot yang disebut ampula. 
Ciri-Ciri Umum Echinodermata
Sistem amburakal

Jadi, bila ada air akan dipompakan ke dalam kaki amburakal, mengakibatkan kaki terjulur ke luar sehingga ampula dapat menyentuh benda. Jika kaki mengkerut maka volume air dikurangi. Apabila tubuh bintang berpindah tempat, maka ampula melekat dan kaki berkontraksi.

Hewan ini sudah mempunyai sistem pencernaan yang sempurna, tetapi ada beberapa jenis yang tidak
mempunyai anus, yaitu bintang ular. Pada mulut terdapat gigi paruh, bergerak ke atas menuju kerongkongan, lambung, dan anus. Pada bintang laut, lambung bercabang lima yang masing-masing menuju ke arah lengan, dan setiap lengan bercabang dua dan ujungnya buntu. Sistem saraf pada hewan ini berupa cincin saraf mengelilingi mulut yang keluar lima batang saraf radial pada masing-masing lengannya. Respirasinya menggunakan kulit berupa tonjolan dinding rongga tubuh (selom) tipis yang dilindungi oleh silia.

Ciri-Ciri Umum Echinodermata. Lanjut ke Jenis-jenis hewan Echinodermata

Jenis-Jenis Hewan Echinodermata

Jenis-Jenis Hewan Echinodermata - Bentuk tubuh anggota hewan ini bermacam-macam. Berdasarkan hal tersebut Echinodermata dapat dibagi menjadi 5 kelas, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Crinoidea, Holothuroidea, dan Echinoidea.

Jenis-Jenis Hewan Echinodermata


a) Asteroidea
Bentuk tubuh kelompok Asteroidea seperti bintang. Bagian bawah disebut permukaan oralyang memiliki mulut dan permukaan atas disebut permukaan adoralyang terdapat anus, terdapat juga madreporit. Pada permukaan tubuhnya terdapat duri-duri pendek, di bagian ujung lengan terdapat bintik mata yang peka terhadap sinar. Warna tubuh asteroidea ada yang hitam, biru kecokelatan, dan merah menyala, misalnya Asteria forbesi(bintang laut), Linkia laevigata(bintang laut biru), Pentaceros (bintang laut bertanduk), Culcita(bintang laut berkulit).

b) Ophiuroidea
Kelompok Ophiuroidea sering dinamakan bintang ular, karena memiliki lengan yang panjang dan gerakannya menyerupai gerakan ular. Ciri khas dari Ophiuroideaadalah madreporit yang terletak di daerah bawah, yaitu daerah mulut dan tidak mempunyai anus, jadi sisa makanan dimuntahkan melalui mulut. Pada siang hari, hewan ini bersembunyi di balik bebatuan, lumpur, atau tempat terlindung dan malam hari melakukan aktivitas. Makanannya berupa Mollusca, udang-udangan, dan sisa organisme. Contohnya, Ophiothrix.

c) Crinoidea
Pernahkah Anda melihat bunga lili atau bunga bakung? Bentuk tubuh hewan ini menyerupai bunga tersebut. Hidupnya dengan cara menempel di dasar laut dan dapat membentuk taman laut yang sangat indah. Jika Anda berwisata ke daerah Kepulauan Seribu Anda dapat menikmati keindahan taman laut yang terdapat hewan ini. Tubuh Crinoidea mempunyai lima lengan yang bercabang-cabang. Pada daerah oral terdapat mulut dan anus, tetapi tidak memiliki madreporit. Pada dasar tubuh permukaan adoral terdapat kaliks,yaitu lempeng kapur berbentuk cangkir. Apabila kondisi tidak memungkinkan, maka Crinoidea akan melepaskan diri dari dasar tempat melekatnya, kemudian pindah pada tempat yang sesuai.

d) Echinoidea
Perhatikan Echinoidea pada Gambar dibawah ini! Terlihat bentuk tubuhnya seperti landak laut, yaitu bentuknya oval/setengah bola. Hewan ini tidak mempunyai lengan seperti Asteroidea. Tubuhnya tertutup cangkok
Jenis-Jenis Hewan Echinodermata
Jenis-Jenis Hewan Echinodermata

Monday, 31 October 2016

Kegiatan Tanoto Foundation Lahirkan Inovasi Pesawat Amfibi Tanpa Awak

Kegiatan Tanoto Foundation Lahirkan Inovasi Pesawat Amfibi Tanpa Awak

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Berdasarkan Seri Ensiklopedia Populer Pulau-pulau Kecil Nusantara, pulau di Indonesia berjumlah 17.504 buah. Namun, belum semuanya bisa dijangkau dengan mudah, sehingga rawan dijadikan sarana untuk mengganggu keamanan bangsa.
            Kondisi tersebut ternyata mengusik hati Matsani dan rekan-rekan setimnya dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka membuat pesawat amfibi tanpa awak yang berguna berguna untuk memantau daerah yang sulit terjangkau, terutama di kawasan perbatasan.
            Pesawat amfibi buatan mereka memiliki sayap pesawat berlekuk-lekuk, sedikit tidak mirip pesawat pada umumya. Inspirasinya datang dari bentuk elang Laut Jawa yang mampu bermanuver dengan apik. Kemampuannya pun luar biasa. Pesawat buatan mahasiswa ITB ini bisa lepas landas ataupun mendarat di atas air, lajunya hanya tinggal dikendalikan dengan sebuah pengendali jarak jauh.
Matsani mengharapkan temuannya dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak terutama untuk pertahanan bangsa. Meski begitu, purwarupa yang dibuatnya juga bisa dimanfaatkan untuk beragam tujuan lain.
Pesawat amfibi nirawak buatan Matsani dan tim dari ITB merupakan salah satu karya yang dipamerkan dalam Tanoto Student Research Award 2016. Selain hasil inovasinya, masih banyak temuan lain yang tak kalah menakjubkan dalam ajang yang sama. Beberapa contohnya adalah drone bawah laut buatan mahasiswa Universitas Indonesia ataupun salep anti-hipertensi karya mahasiswa Universitas Hassanudin.
Tanoto Student Research Award merupakan bagian dari salah satu kegiatan Tanoto Foundation untuk melahirkan para peneliti andal di Indonesia. Fakta bahwa negeri kita masih sangat kekurangan periset yang mumpuni membuat Sukanto Tanoto tidak tinggal diam. Ia menyadari bahwa tingkat kemajuan dan daya saing bangsa tergantung terhadap keberadaan para peneliti.  yang akan mampu menghadirkan solusi bagi beragam permasalahan di masyarakat.
Untuk melakukannya, Tanoto Foundation rutin memberikan dana hibah ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi mitra untuk membiayai kegiatan riset yang dilakukan oleh para mahasiswa.
Hingga kini, tak kurang dari 303 penelitian yang didukung oleh Tanoto Foundation. Semuanya diharapkan dapat memajukan bangsa karena hasil riset yang dilakukan dapat berguna untuk umum atau menjadi jawaban atas persoalan di masyarakat.
“Melalui Tanoto Student Research Award, kami berusaha untuk mendorong minat kaum muda Indonesia dalam mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah dan melakukan penelitian, khususnya penelitian yang hasilnya dapat langsung digunakan oleh masyarakat. Upaya ini sejalan dengan nilai dari orang tua saya, Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, yang percaya proses belajar itu bisa terjadi di mana saja, tidak harus selalu di ruang sekolah atau kuliah,” kata Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto
Terma kasih telah membaca artikel berjudul Kegiatan Tanoto Foundation Lahirkan Inovasi Pesawat Amfibi Tanpa Awak.


Saturday, 29 October 2016

Teknik Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint)

Teknik Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint) - Lari jarak pendek (sprint) merupakan salah satu nomor
lari, yang harus menempuh jarak tertentu (100 m, 200 m, dan 400 m) dengan kecepatan semaksimal mungkin. Atlet yang melakukan lari jarak pendek disebut sprinter.Lari jarak pendek biasa dilakukan di stadion/lapangan pertandingan yang berbentuk oval, dengan panjang lintasan tidak kurang dari 400 m. 

Lintasan terdiri atas delapan daerah lintasan. Peraturan dan tata tertib perlombaan lari mengacu pada
International Amateur Athletic Federation (IAAF). Untuk tingkat nasional, organisasi yang mengatur tata tertib perlombaan adalah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Organisasi ini berdiri pada tanggal 3 September 1950.


Jadi bagaimana teknik lari jarak pendek atau sprint?

Teknik Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint)

Pada lari jarak pendek, digunakan start jongkok. Abaaba start jongkok dibagi tiga tahapan, yaitu “bersedia…!, siap…!, ya…!” Start jongkok ada tiga macam antara lain start pendek (bunch start), start menengah (medium start), dan start panjang (long start). Dalam melakukan start jongkok, ada tiga tahapan yang disesuaikan dengan aba-aba.

a. Sikap Bersedia
1) Setelah aba-aba bersedia, salah satu lutut diletakkan
di tanah dengan jarak 1 jengkal dari garis start.
2) kaki kiri diletakkan di samping lutut.
3) Badan membungkuk ke depan, kedua tangan di
belakang garis start, keempat jari rapat.
4) kepala tunduk, pandangan ke bawah menunggu abaaba berikutnya.
b. Sikap Siap
1) Apabila ada aba-aba siap, lutut diangkat, panggul diangkat setinggi bahu.
2) Berat badan di depan, kepala tunduk, leher relaks, pandangan ke bawah menunggu aba-aba berikutnya.

c. SikapAkhir
1) Apabila mendengar aba-aba yak atau bunyi pistol bertolaklah ke depan dengan kekuatan penuh.
2) Badan condong ke depan, lengan diayunkan, langkah kaki pendek-pendek dan cepat agar badan terjerembab ke depan
Teknik Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint)
Teknik Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint)
Semoga tulisan Teknik Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint) ini bisa bermanfat yah. Garda Pengetahuan

Jenis - Jenis Imunisasi Biologi

Jenis - Jenis Imunisasi Biologi - Imunisasi  diartikan pengebalan(terhadap penyakit). Kalau dalam istilah kesehatan imunisasi diartikan pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu. 

Biasanya imunisasi bisa diberikan dengan cara disuntikkan maupun diteteskan pada mulut anak balita (bawah lima tahun). 

Vaksin adalah suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit. Vaksin membantu tubuh untuk menghasilkan antibodi. 

Antibodi ini berfungsi melindungi tubuh terhadap penyakit. Vaksin tidak hanya menjaga agar anak tetap sehat, tetapi juga membantu membasmi penyakit yang serius yang timbul pada masa kanak-kanak. Vaksin secara umum cukup aman. Keuntungan perlindungan yang diberikan vaksin jauh lebih besar daripada efek samping yang mungkin timbul. Dengan adanya vaksin maka banyak penyakit masa kanak-kanak yang serius, sekarang ini sudah jarang ditemukan. 

Kekebalan buatan sering dapat memberikan perlindungan yang hebat. Contohnya, kekebalan buatan dapat melindungi tubuh dari efek toksin tetanus sampai 100.000 kali dari dosis. Toksin tetanus dapat menimbulkan kematian bila tidak ada kekebalan.


Jenis - Jenis Imunisasi

a. Imunisasi BCG 

Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan. Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus calmette-guerrinhidup yang dilemahkan, sebanyak 50.000-1.000.000 partikel/dosis. 

b. Imunisasi DPT 

Imunisasi DPT adalah suatu vaksin three in one yang melindungi tubuh terhadap difteri, pertusis, dan tetanus. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal. Pertusis (batuk rejan) adalah infeksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernapasan yang melengking. Pertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat sehingga anak tidak dapat bernapas, serta makan atau minum. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, kejang, dan kerusakan otak. Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang.

c. Imunisasi DT 

Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus. Vaksin DT dibuat untuk keperluan khusus, misalnya pada anak yang tidak boleh atau tidak perlu menerima imunisasi pertusis, tetapi masih perlu menerima imunisasi difteri dan tetanus.
Jenis - Jenis Imunisasi
Jenis - Jenis Imunisasi

d. Imunisasi TT 

 Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus. ATS (Anti Tetanus Serum) juga dapat digunakan untuk pencegahan (imunisasi pasif) maupun pengobatan penyakit tetanus.

e. Imunisasi campak 

Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek). Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih.

f. Imunisasi MMR 

Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak, gondongan, dan campak Jerman. Imunisasi ini disuntikkan sebanyak 2 kali. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler, dan mata berair. Campak juga menyebabkan infeksi telinga dan pneumonia. Campak juga bisa menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti pembengkakan otak dan bahkan kematian. Gondongan menyebabkan demam, sakit kepala, dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama yang disertai nyeri. Gondongan bisa menyebabkan meningitis (infeksi pada selaput otak dan korda spinalis) dan pembengkakan otak. 

Kadang gondongan juga menyebabkan pembengkakan pada buah zakar sehingga terjadi kemandulan. Campak Jerman (Rubella) menyebabkan demam ringan, ruam kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening leher. Rubella juga bisa menyebabkan pembengkakan otak atau gangguan perdarahan.

g. Imunisasi Hib 

Imunisasi Hib membantu dalam mencegah infeksi oleh Haemophilus influenza tipe b. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak.

h. Imunisasi varisella 

Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air. Cacar air ditandai dengan ruam kulit yang membentuk lepuhan, kemudian secara perlahan mengering dan membentuk keropeng yang akan mengelupas.

i. Imunisasi HBV 

Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Hepatitis B adalah suatu infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. 

j.  Imunisasi pneumokokus konjugata 

Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti meningitis dan bakteremia (infeksi darah).

Jenis - Jenis Imunisasi Biologi. Terima kasih telah berkunjung ke Garda Pengetahuan

Tuesday, 25 October 2016

Cara Memegang Raket Bulu Tangkis dengan Benar

Cara Memegang Raket Bulu Tangkis dengan Benar - Agar bisa bermain bulu tangkis, seorang pemain harus menguasai teknik memukul kok, baik dari atas maupun dari bawah. Jenis-jenis pukulan yang harus dikuasai adalah servis, lob, dropshot, smes, netting, underhand, dan drive. Kesemua jenis pukulan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan teknik memegang raket (grip) dan gerakan melangkahkan kaki atau footwork yang benar.

Cara Memegang Raket Bulu Tangkis

a. Teknik Memegang Raket (Grip)

Salah satu teknik dasar bulu tangkis yang sangat penting dikuasai secara benar oleh setiap calon pebulu tangkis adalah pegangan raket. Menguasai cara dan teknik pegangan raket yang betul, merupakan modal penting untuk dapat bermain bulu tangkis dengan baik pula. Teknik memegang raket (grip),antara lain

1) pegangan kampak atau pegangan Inggris (gambar a);
2) pegangan geblok kasur atau pegangan Amerika (gambar b);
3) pegangan gabungan atau pegangan jabat tangan (gambar c);
4) pegangan backhand (gambar d).
Cara Memegang Raket Bulu Tangkis
Cara Memegang Raket Bulu Tangkis

b. Gerakan Pegangan tangan

Pada dasarnya, dikenal beberapa cara pegangan raket. Namun, hanya dua bentuk pegangan yang sering digunakan dalam praktek, yaitu cara memegang raket forehanddan backhand. Semua jenis pukulan dalam bulu tangkis dilakukan dengan kedua jenis pegangan ini. Pegangan raket yang benar, dan memanfaatkan tenaga pergelangan tangan pada saat memukul kok, dapat meningkatkan mutu pukulan dan mempercepat laju jalannya kok.

1) Forehand
Adapun gerakannya adalah sebagai berikut.
a) Pegang raket dengan tangan kiri, kepala raket menyamping. Pegang raket dengan cara seperti
berjabat tangan. Tangan diletakkan pada bagian gagang raket.

b) Jari tengah, manis dan kelingking menggenggam
raket, sedangkan jari telunjuk agak terpisah.

c) Letakkan ibu jari di antara tiga jari dan telunjuk.

2) Backhand
Adapun gerakannya adalah untuk backhand grip, geser tangan ke arah dalam. Letaknya di samping
dalam. bantalan jempol berada pada pegangan raket yang lebar.

c. Gerakan Melangkahkan Kaki (Footwork)


Sikap dan langkah kaki yang benar dalam permainan bulu tangkis, sangat penting dikuasai secara benar oleh setiap pemain. Ini sebagai syarat untuk meningkatkan kualitas keterampilan memukul kok.
Sikap dan posisi berdiri di lapangan harus sedemikian rupa, sehingga dengan sikap yang baik dan sempurna itu, dapat secara cepat bergerak ke segala penjuru lapangan permainan.

d. Teknik Pukulan

Pukulan pada permainan bulu tangkis dilakukan dengan pukulan servis. Servis merupakan modal awal untuk bisa memenangkan pertandingan. Dengan kata lain, seorang pemain tidak bisa mendapatkan angka apabila tidak bisa melakukan servis dengan baik. Namun, biasanya servis digabungkan ke dalam jenis yaitu servis forehand dan backhand.

Cara Memegang Raket Bulu Tangkis dengan Benar