Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Wednesday, 10 May 2017

Akibat-Akibat dari Perang Dunia II

Akibat-Akibat dari Perang Dunia II  - Perang Dunia II berdampak luas di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Berikut ini beberapa dampak Perang Dunia II yang berdampak langsung terhadap bidang politik, ekonomi, budaya dan sosial.

Sebelum lanjut ke tulisan mengenai akibat perang dunia II, terlebih dahulu Garda Pengetahuan memberikan penjelasan mengenai sebab terjadinya perang dunia ke 2.

Akibat-Akibat dari Perang Dunia II dan Sebab terjadinya 

A. Sebab-Sebab Perang Dunia II

Perang Dunia II terjadi pada tahun 1939 - 1945, sebagai lanjutan dari Perang Dunia I. Perang ini jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan Perang Dunia I. Perang Dunia II wilayahnya jauh lebih luas, hampir semua negara terlibat dalam perang besar ini. Meletusnya Perang Dunia II dilatarbelakangi oleh beberapa hal yang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebab-sebab umum dan sebab-sebab khusus.

1. Sebab-Sebab Umum
Berikut ini adalah sebab-sebab umum terjadinya Perang Dunia II.
1) Adanya politik Revanche of Idea Jerman, yaitu politik balas dendam atas kekalahan pada Perang Dunia I.
2) Politik mencari kawan yang menimbulkan blok-blok antarnegara.
3) Adanya perlombaan senjata antarnegara untuk memperkuat diri.
4) Timbulnya paham yang saling bertentangan, yaitu paham fasis, liberalis, dan komunis.
5) Timbulnya perluasan wilayah (ekspansi) di bidang ekonomi, Libensraum (Jerman), Irredenta (Italia), dan Hakko I Chiu (Jepang).
6) Kegagalan LBB dalam usaha menciptakan perdamaian dunia.

2. Sebab-Sebab KhususSebab khusus Perang Dunia II adalah serangan Jerman terhadap Kota Danzig (sekarang bernama Gdanks) yang terletak di negara Polandia, di tepi Laut Baltik. Serangan Jerman terhadap kota Danzig dilakukan pada tanggal 1 September 1939 yang menggunakan taktik serangan kilat (blitzkrieg) dan kendaraan lapis baja dengan pengeboman yang efektif. Polandia tidak tinggal diam, sehingga pecahlah perang antara Jerman melawan Polandia. Pada tanggal 3 September 1939 Prancis dan Inggris membela Polandia dengan mengumumkan perang kepada Jerman, sehingga perang pun cepat menjalar di kawasan Eropa.  
Sebab-Sebab Perang Dunia II
Gambar Serangan blitzkrieg pada tanggal
1 September 1939 oleh Jerman, menargetkan
jawatan kereta api Tczew, Polandia
 
Sumber: Encarta Encyclopedia, 2006  
Baca Juga:

B. Akibat-Akibat dari Perang Dunia II 

a. Bidang Politik
1) Amerika Serikat keluar sebagai negara pemenang dan berkembang menjadi negara adikuasa.
2) Uni Soviet/Rusia berubah menjadi kekuatan raksasa super power menjadi pesaing Amerika Serikat.
3) Perebutan hegemoni antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet karena perbedaan paham yang kemudian berkembang menjadi Perang Dingin.
4) Munculnya negara-negara nasional yang besar pengaruhnya bagi perjuangan bangsa Asia - Afrika untuk memperoleh kemerdekaan.
5) Munculnya politik aliansi yang berdasarkan kepada Collective Security, sehingga timbul organisasi pakta pertahanan seperti NATO, PAKTA WARSAWA, ANZUS, SEATO, dan METO.
6) Persaingan antara AS dan Uni Soviet mengakibatkan beberapa negara terpecah seperti Korea menjadi Korea Utara dan Korea Selatan; Jerman menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur; Vietnam menjadi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.

b. Bidang Ekonomi
1) Perekonomian dunia mengalami kekacauan.
2) Amerika Serikat muncul sebagai negara kreditur.
3) Jerman dan Jepang tumbuh menjadi negara industri.

c. Bidang Sosial
Akibat banyaknya korban perang, mendorong masyarakat dunia membentuk United Nation Relief Rehabilitation Administration (UNRRA). Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh UNRRA antara lain membantu makanan bagi orang-orang yang terlantar, mengurus para pengungsi akibat perang, mendirikan rumah sakit dan balai pengobatan, serta mengerjakan kembali tanah pertanian yang rusak akibat perang.

d. Bidang Budaya
1) Ilmu pengetahuan berkembang pesat dan menghasilkan teknologi yang lebih maju.
2) Lahirnya PBB/UNO menggantikan LBB.  

Cukup sekian ilmu sejarah yang telah terjadi yang merupakan bagian dari masa lalu dunia yaitu perang dunia ke 2 dan Akibat-Akibat dari Perang Dunia II. Semoga bermanfaat yah.

Monday, 1 May 2017

Isi Perjanjian Postdam 2 September 1945

Isi Perjanjian Postdam 2 September 1945 - Seperti dalam Perang Dunia I, penyelesaian Perang Dunia II dilakukan dengan penandatanganan perjanjian. Berikut ini perjanjian-perjanjiannya.  

Perjanjian Postdam


Perjanjian Postdam yang dilakukan pada tanggal 2 September 1945. Isinya ditentukan oleh Thruman (Presiden AS), Stalin (Presiden USRusia), dan Winston Churchill (Inggris). Perjanjian itu adalah perjanjian antara Sekutu dan Jerman.

Sebab Terjadinya Perjanjian Postdam


Perang dunia dua yang melibatkan banyak negara berakhir ketiak jerman mengaku kalah dan menandatangani perjanjian postdam

Sejarah panjang terjadinya perang dunia II antara Sekutu melawan Jerman merupakan hal utama yang melatar Belakangi Perjanjian Postdam.

Perang dunia II yang melibatkan banyak negara di dunia tersebut akhirnya berhenti setelah Jerman mengalami kekalahan atas Sekutu pada bulan Mei tahun 1945.

Setelah menyerah terhadap Sekutu akhirnya Jerman mengambil jalan diplomasi dalam menyelesaikan permasalahan dengan Sekutu.

Atas dasar diplomasi tersebut kedua belah pihak setuju dalam sebuah perjanjian yang sekarang dikenal dengan nama perjanjian postdam.

Konferensi postdam dilaksanakan di Jerman pada tanggal 17 bulan Juli tahun 1945 dan berakhir setelah ditandatanganinya perjanjian postdam dari kedua pihak pada tanggal 2 Agustus tahun 1945.

Isi Perjanjian Postdam 2 September 1945

Berikut ini isi Perjanjian Postdam.
1) Jerman dibagi empat daerah pendudukan, yaitu Jerman Barat diduduki oleh AS, Inggris, dan Prancis; sedang-kan Jerman Timur diduduki oleh Rusia.
2) Danziq dan daerah Jerman bagian Timur Sungai Oder dan Niesse diberikan kepada Polandia.
3) Jerman harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.
4) Demiliterisasi bagi Jerman dan penjahat perang harus dihukum.  

Isi Perjanjian Postdam 2 September 1945
Sumber: Encarta Encyclopedia, 2006
Gambar Dari kiri: Stalin (USSR),
Thruman (Amerika Serikat), W. Churchill
(Inggris).
  

Baca Juga:

Atas dasar perjanjian tersebut banyak negara tetangga yang berharap akan terlaksananya ketertiban dan perdamaian dunia. Perlu kita ketahui bersama bahwa konferensi antara sekutu dan Jerman disebut dengan perjanjian postdam karena diadakan di Postdam wilayah Jerman. Tokoh yang hadir dalam konferensi tersebut merupakan perwakilan dari negara Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Soviet yang masing-masing mengirimkan Clement Richard Attlee, Harry S. Truman, dan J. Stalin. Meskipun dalam konferensi tersebut disepakati beberapa poin perjanjian namun ada pula beberapa poin yang tidak disepakati antara kedua belah pihak, hal tersebut yang menjadi latar belakang terjadinya perjanjian lain.

Sekilas Info Garda Pengetahuan:
Setelah Jerman menyerah, pasukan Sekutu menemukan kamp konsentrasi (penjara) yang amat menyeramkan di seluruh Eropa. Di kamp itu Nazi menahan 26 juta orang yang tidak diinginkan, termasuk jutaan orang Yahudi. Para tahanan kelaparan, disiksa, dan dibunuh di kamar gas.  
Terima kasih telah berkunjung pada artikel kami mengenai Isi Perjanjian Postdam 2 September 1945.


Sejarah Fasis Militer Jepang

Sejarah Fasis Militer Jepang - Fasisme militer Jepang dikembangkan oleh Perdana Menteri Hideki Tojo pada masa pemerintahan Kaisar Hirohito (1912 - 1989). Pada masa ini, Jepang mengalami kemajuan pesat dalam bidang perdagangan, industri, dan militer. Bangsa Jepang menganggap dirinya
keturunan Dewa Matahari (Amaterasu Omikami) dan menganggap bangsa lain lebih rendah. 

Sejarah Fasis Militer Jepang

Berpedoman hal itu, Jepang melancarkan politik ekspansi ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Dalam melancarkan politik ekspansinya, Kaisar Hirohito melakukan usaha-usaha berikut ini.
1) Memodernisasi angkatan perang.
2) Mengagungkan semangat bushido.
3) Mengenalkan ajaran Shinto Hakko I Chiu, yaitu dunia sebagai satu keluarga yang dipimpin oleh Jepang  
4) Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang antimiliter.
5) Mempropagandakan semboyan Nippon 3A.
6) Memperluas wilayah kekuasaannya ke negara-negara terdekat, seperti Korea, Manchuria, dan Cina.
Alasan Jepang menjadi negara imperialisme, antara lain:
1) majunya perindustrian dan perdagangan,
2) kurangnya bahan baku untuk perindustrian, dan
3) perlunya daerah pemasaran hasil industri.
  
Sejarah Fasis Militer Jepang
Gambar Perdana Menteri Hideki Tojo dan
Kaisar Hirohito
  

Fasisme Jepang bercorak militer. Fasisme militer itu dikembangkan Jepang setelah tampilnya Jendral Hideki Tojo sebagai perdana mentri. Jendral Hideki Tojo menjalankan pemerintahan diktator militer sehingg Jepang menjadi sangan ekspansif dan tampil sebagai negara imperialis.
                                                     
Setelah Perang Dunia I berakhir, negara-negara pemenang perang seperti Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat, menguasai sebagian besar wilayah Asia dan Afrika. Jepang akhirnya memutuskan untuk merebut wilayah-wilayah di Asia yang telah dikuasai oleh sekutu tersebut. Untuk mewujudkan ambisi itu setiap pemuda dikenai wajib militer untuk kepentingan negara. Setelah merasa memiliki kekuatan yang cukup, Jepang segera melaksanakan niatnya. Wilayah-wilayah yang menjadi korban imperialisme Jepang antara lain, Manchuria (1935), Cina (1937), Asia Tenggara (1942). Untuk melancarkan politik ekspansinya, Jepang menempuh upaya sebagai berkut:

Sekian Sejarah Fasis Militer Jepang yang telah Garda Pengetahuan rangkum dari berbagai sumber, semoga bermafaat para pencari ilmu.

Friday, 24 March 2017

Penyebab Runtuhnya VOC di Indonesia

Perjalanan kongsi dagang VOC lama kelamaan mengalami kemunduran, bahkan VOC runtuh pada tanggal 31 Desember 1799. Kemunduran VOC disebabkan hal-hal berikut :

Penyebab Runtuhnya VOC di Indonesia

Penyebab Runtuhnya VOC di Indonesia
Logo VOC

a. Perang-perang yang dilakukan membutuhkan biaya yang besar padahal hasil dari bumi Indonesia telah terkuras habis dan kekayaan Indonesia sudah telanjur terkirim ke negeri Belanda. VOC tidak kuat lagi membiayai perang-perang tersebut  

b. Kekayaan menyebabkan para pegawai VOC melupakan tugas, kewajiban, dan tanggungng jawab mereka terhadap pemerintah dan masyarakat. Untuk lebih memperkaya diri,nmereka melakukan tindak korupsi. Merajalelalah korupsi di Indonesia maupun di negeri Belanda.
c. Terjadinya jual beli jabatan. Seorang VOC yang ingin pulang ke negerinya karena sudah terlampau kaya atau pensiun dapat menjual jabatannya kepada orang lain dengan harga tinggi. Hal ini akan menjadi sistem suap yang merajalela.
d. Tumbuhnya tuan-tuan tanah partikelir. Pemerintah yang kekurangan biaya untuk membiayai pemerintahannya dan perang terpaksa menjual tanah-tanah yang luas kepada orang-orang partikelir dengan hak pertuanan.
e. Kekurangan biaya tersebut tidak dapat ditutup dengan hasil penjualan tanah saja, VOC harus juga mencari pinjaman. Akibatnya, utang VOC semakin besar.
f. Pada akhir abad ke-18, VOC tidak mampu lagi memerangi pedagang-pedagang Eropa lainnya (Inggris, Prancis, Jerman) yang dengan leluasa berdagang di Nusantara sehingga monopoli VOC hancur. 


Keberadaan VOC sudah tidak dapat dipertahankan lagi sehingga harta milik dan utang-utangnya diambil alih oleh pemerintah negeri Belanda. Pemerintah kemudian membentuk Komisi Nederburg untuk mengurusinya, termasuk mengurusi wilayah VOC di Indonesia (1800 – 1907).  

Semoga tulisan mengenai Penyebab Runtuhnya VOC di Indonesia ini bisa bermanfaat yah.