Showing posts with label Penurunan Rumus. Show all posts
Showing posts with label Penurunan Rumus. Show all posts

Wednesday, 9 April 2014

Penurunan Rumus Momen Inersia Bola Berongga

Penurunan Rumus Momen Inersia Bola Berongga – Selain momen inersia pada bola pejal ada juga pembahasan materi pada fisika untuk bola yang di dalamnya memiliki rongga, dan tentu saja rumus yang nantinya akan kita dapatkan dari penurunan rumus ini akan berbeda dengan rumus untuk momen inersia bola pejal. Simak pembahasannya berikut ini:

Penurunan Rumus Momen Inersia Bola Berongga

Momen inersia bola berongga

Sehingga hasil akhirnya kita akan mendapatkan nilai dari rumus untuk momen inersia pada bola berongga, semoga artikel tentang Penurunan Rumus Momen Inersia Bola Berongga ini dapat membantu anda.

Penurunan Rumus Momen Inersia Bola Pejal

Penurunan Rumus Momen Inersia Bola Pejal – Untuk menentukan rumus monen inersia pada bola pejal maka kita akan membutuhkan pemahaman tentang kalkulus dasar atau lebih spesifiknya yaitu pengintegralan, sebenarnya di bangku perkuliah materi fisika ini dapat kita pahami di materi perkuliahan Fisika Matematika atau yang yang biasa di singkatan FISMAT oleh mahasiswa-mahasiswa fisika. Sebelumnya saya juga telah menulis penurunan rumus momen inersia untuk bola pejal yang dijelaskan oleh teman saya, lihat disini. Berikut penjelasnnya:

Penurunan Rumus Momen Inersia Bola Pejal :

Penurunan rumus momen inersia bola pejal Bola Pejal

inersia bola pejal

Nah, semoga Penurunan Rumus Momen Inersia Bola Pejal ini dapat bermanfaat dan dapat membantu tugas-tugas perkuliahan, serta membantu mehami asal muasal rumus I=2/5 mr kuadrat tersebut.

Saturday, 8 February 2014

Penurunan Rumus Momen Inersia Silinder Pejal

Penurunan Rumus Momen Inersia Silinder Pejal – Sebelumnya saya telah membahas mengenai penurunan rumus pada batang dipusat massa, kali ini yang akan saya bahas adalah penuruan rumus momen inersia pada silinder pejal. Saya ingatkan lagi bahwa Momen inersia(dalam satuan internasional : kg m2) adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk berotasi terhadap porosnya, menurut Wikipedia.

Penurunan Rumus Momen Inersia Silinder Pejal :

Silinder pejal

Silinder Pejal Kemudian elemen volume pada silinder dV= rdclip_image002drdt

Penurunan rumus silinder pejal Sekian artikel saya tentang penurunan rumus momen inersia pada silinder pejal, semoga bisa bermanfaat yah. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar di kotak komentar facebook atau blog di bawah ini.

Friday, 7 February 2014

Penurunan Rumus Momen Inersia pada Batang di Pusat Massa

Penurunan Rumus Momen Inersia pada Batang di Pusat Massa - Momen inersia (dalam satuan internasional : kg m2) adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk berotasi terhadap porosnya. Kebetulan materi ini sedikit saya lihat pada mata kuliah semester 4 saya yaitu Mekanika, materi tentang momen inersia pada batang di pusat massa, di pelajaran SMA yang sering kali kita dapatkan hanyalah rumus akhirnya, jarang sekali buku SMA yang membahas tentang bagaimana rumus ini didapatkan. Di Universitas khususnya jurusan Fisika kita akan mempelajari yang namanya Fisika Matematika dan juga Kalkulus, yang bermanfaat buat kita untuk mencari penurunan rumusnya tersebut.

Penurunan Rumus Momen Inersia pada Batang di Pusat Massa

Momen Inersia pada batang di pusat massa:

Momen Inersia pada batang di pusat massaApabila batang terebut diputar pada salah satu ujungnya
Momen InersiaAtau kita bisa juga menggunakan metode sumbu sejajar
 
Metode Sumbu SejajarNah, semoga penurunan rumus momen inersia di pusat massa ini bisa bermanfaat yah. Jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar jika ada yang kurang dipahami.

Saturday, 14 December 2013

Penurunan Rumus Momen Inersia Bola Pejal

Penurunan Rumus Momen Inersia Bola PejalMomen inersia (dalam satuan internasional : kg m2) adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk berotasi terhadap porosnya. Besaran ini adalah analog rotasi daripada massa. Momen inersia berperan dalam dinamika rotasi seperti massa dalam dinamika dasar, dan menentukan hubungan antara momentum sudut dan kecepatan sudut, momen gaya dan percepatan sudut, dan beberapa besaran lain. Meskipun pembahasan skalar terhadap momen inersia, pembahasan menggunakan pendekatan tensor memungkinkan analisis sistem yang lebih rumit seperti gerakan giroskopik.

Lambang  I dan kadang-kadang juga J biasanya digunakan untuk merujuk kepada momen inersia.

Untuk menghitung momen inersia dari sebuah bola pejal kita menggunakan rumus:

Rumus Momen inersia bola pejal

Dimana :
I = Momen inersia (kg m2)
m = Massa (kg)
R = jari-jari objek dari pusat massa (m)

Lalu, sebagian dari kita pasti bertanya-tanya darimana rumus ini didapatkan, nah berikut ini penurunan rumusnya

penurunan rumus momen inersia

Itulah Penurunan Rumus untuk Momen Inersia Bola Pejal semoga bisa bermanfaat yah. Oh iya penurunan rumus seperti ini jarang kita dapatkan di buku-buka SMA. Thanks to Heril Arisandi