Showing posts with label Kimia. Show all posts
Showing posts with label Kimia. Show all posts

Sunday, 23 April 2017

Peta Konsep Asam Basa

Peta Konsep Asam Basa - Dalam kehidupan sehari-hari dikenal senyawa asam seperti asam cuka untuk memasak, asam sitrat dalam buah jeruk, dan asam sulfat yang digunakan dalam aki. Selain asam ada juga senyawa basa seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang terdapat pada obat maag dan kalsium hidroksida atau air kapur. Asam-basa juga dikenal di bidang pertanian dan lingkungan hidup yaitu berkaitan dengan keasaman tanah atau air.

Sifat asam basa suatu larutan dapat ditentukan dengan menggunakan kertas lakmus merah dan lakmus biru.

Ada beberapa teori yang membahas tentang asam-basa yaitu teori asambasa Arrhenius, Bronsted Lowry, dan Lewis. Untuk mempelajarinya, pada bab ini akan diuraikan tentang teori asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis serta keunggulan masing-masing teori tersebut.

Nah, seperti apakah peta konsep Asam Basa dalam ilmu kimia?

Berikut penjelasannya

Peta Konsep Asam Basa

Peta Konsep Asam Basa
Peta Konsep Asam Basa
Nah itulah Peta Konsep Asam Basa, dalam ilmu kimia. Mudah-mudahan bermanfaat yah.


Friday, 16 September 2016

Hukum Kekekalan Massa dalam Kimia

Hukum Kekekalan Massa dalam Kimia - Dalam reaksi kimia, reaksi dua atau lebih zat-zat pereaksi (reaktan) membentuk zat baru yang disebut hasil reaksi (produk). Jumlah massa reaktan terkadang sama, tetapi terkadang juga berbeda dengan massa produk setelah reaksi berakhir.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) melakukan percobaan dengan memanaskan merkuri oksida, sehingga menghasilkan logam merkuri dan gas oksigen. Selanjutnya, direaksikan kembali dan terbentuklah merkuri oksida. Hal ini menunjukkan bahwa massa gas oksigen yang dihasilkan pada pembakaran merkuri oksida sama dengan massa oksigen yang diperlukan untuk mengubah logam merkuri menjadi merkuri oksida. 

  
Hasil percobaan ini menjadi dasar bagi Lavoisier dalam mengambil kesimpulan. Ia menyimpulkan bahwa massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi. Pernyataan ini dikenal sebagai Hukum Kekekalan Massa.(Sumber: Brady, James E, 1999, hlm. 49)

Hukum Kekekalan Massa dalam Kimia

Wabillahi taufiq Wal Hidayah … Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika … Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Friday, 15 April 2016

Keelektronegatifan dalam Tabel Periodik Kimia

Keelektronegatifan dalam Tabel Periodik Kimia - Selain energi afinitas yang terdapat dalam tabel periodik kimia, ternyata kita juga akan memelajari yang namanya KEELEKTRONEGATIFAN. Apa sih keelekronegatifan ini, mau tahu yuk simak di bawah ini.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pengertian Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang digunakan bersama dalam membentuk ikatan.

Nah, semakin besar harga keelektronegatifan suatu atom, maka semakin mudah  menarik pasangan elektron untuk membentuk ikatan, atau gaya tarik elektronnya  makin kuat. 

Keelektronegatifan unsur ditentukan oleh muatan inti dan jari-jari  atomnya.

Ingat !!

Keelektronegatifan kecil berarti sukar menangkap elektron.
Keelektronegatifan besar berarti mudah menangkap elektron.

Keelektronegatifan dalam Tabel Periodik Kimia


Nilai mutlak keelektronegatifan tidak dapat diukur, tetapi nilai relatifnya dapat 
dicari seperti dengan cara Pauling.

Menurut Pauling, keelektronegatifan unsur gas mulia adalah nol. Artinya, gas mulia tidak mempunyai kemampuan untuk menarik elektron. Pauling menetapkan unsur Fluor (F) sebagai standard. 

Berdasarkan hal tersebut, dihitung nilai untuk unsur yang lain. Untuk melihat nilai-nilai keelektronegatifan unsur-unsur, perhatikan gambar jelasnya di bawah ini
Kelektronegatifan unsur-unsur dalam abel periodik

Berdasarkan gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa keelektronegatifan unsur-unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil, sedangkan unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar.

Semoga info mengenai Keelektronegatifan dalam Tabel Periodik Kimia ini bisa membantu anda para saintis. Garda Pengetahuan

Wabillahi taufiq Wal Hidayah … Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika … Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pengertian Energi Ionisasi dalam Tabel Periodik Kimia

Pengertian Energi Ionisasi dalam Tabel Periodik Kimia - Dalam ilmu kimia kita akan memelajari yang namanya tabel periodik. Nah di dalam tabel periodik ini terdapat sifat-sifatnya mau tahu sifatnya yaitu salah satunya adalah energi ionisasi. Yuk pelajari di bawah ini

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pengertian Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan atom untuk melepaskan  satu elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom atau ion dalam wujud gas. 

Harga energi ionisasi dipengaruhi oleh besarnya nomor atom dan ukuran jari-jari  atom. Makin besar jari-jari atom, maka gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin  lemah. Hal itu berarti elektron terluar akan lebih mudah lepas, sehingga energi yang  diperlukan untuk melepaskan elektron terluar makin kecil.

Ingat.!!

Energi ionisasi kecil berarti mudah melepaskan elektron.
Energi ionisasi besar berarti sukar melepaskan elektron.

Pengertian Energi Ionisasi dalam Tabel Periodik Kimia

Energi ionisasi pertama digunakan oleh suatu atom untuk melepaskan elektron kulit terluar, sedangkan energi ionisasi kedua digunakan oleh suatu ion (ion +) untuk  melepaskan elektronnya yang terikat paling lemah. 

Untuk mengetahui kecenderungan energi ionisasi unsur-unsur dalam sistem  periodik dapat dilihat pada daftar energi ionisasi pertama unsur-unsur dalam sistem periodik yang harganya sudah dibulatkan dan grafik kecenderungan energi ionisasi unsur-unsur yang terdapat pada gambar di bawah ini

Energi ionisasi pertama unsur-unsur dalam sistem periodik unsur (kj/mol)


Hubungan Energi Ionisasi dengan Nomor Atom


















Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwaenergi ionisasi unsur-unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah makin kecil, sedangkan unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar. 

Ternyata selain dalam ilmu kimia, materi energi ionisasi ini juga akan dipelajari di jurusan fisika tepatnya mata kuliah "fisika inti" dulu saya memelajarinya di semester 6.

Semoga ilmu ini bisa bermanfaat yah. Pengertian Energi Ionisasi dalam Tabel Periodik Kimia

Wabillahi taufiq Wal Hidayah … Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika … Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Friday, 18 March 2016

Kesimpulan Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar

Kesimpulan Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar – Kamu yang lagi belajar kimia pasti tidak asing dengan dengan nama RUTHERFORD, yah karena ketika kita pertama kali belajar kimia di SMA kita akan langsung berkenalan dengan model-model atom yang ada di bab pertama.
Sebelum kita lihat kesimpulan dari percobaan rutherford yang menembak lempeng logam tipis emas dengan sinar, ada baiknya baca terlebih dahulu sejarahnya yang telah Garda Pengetahuan Rangkum.

Kesimpulan Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar

Sejarah Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar 

Pada tahun 1910, Ernest Rutherford bersama dua orang asistennya, yaitu Hans Geiger dan Ernest Marsden, melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui kedudukan partikel-partikel di dalam atom. Percobaan mereka dikenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas.

Baca Juga:


Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa partikel yang ditembakkan pada lempeng logam emas yang tipis, sebagian besar diteruskan, dan ada sebagian kecil yang dibelokan bahkan ada juga beberapa di antaranya yang dipantulkan. Hal tersebut sangat mengejutkan bagi Rutherford. Penemuan ini menyebabkan gugurnya teori atom Thomson. Partikel yang terpantul tersebut diperkirakan telah menabrak sesuatu yang padat di dalam atom. Dengan demikian atom tersebut tidak bersifat homogen seperti digambarkan oleh Thomson.
Bahkan menurut pengamatan Marsden, diperoleh fakta bahwa satu di antara 20.000 partikel akan membelok dengan sudut 90o bahkan lebih.
Kesimpulan Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar
Gambar ini adalah percobaan rutherford tersebut yang kemudian dari percobaan ini rutherford mengambil kesimpulan

Kesimpulan Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar

Berdasarkan gejala-gejala tersebut, maka kemudian diperoleh beberapa kesimpulan antara lain:
1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel diteruskan. Berarti, sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong.
2. Partikel yang mengalami pembelokan ialah partikel yang mendekati inti atom. Hal tersebut disebabkan keduanya bermuatan positif.
3. Partikel yang dipantulkan ialah partikel yang tepat menabrak inti atom.
Lalu dari data-data temuan dari percobaan ini kemudian Rutherford mengusulkan model atomnya yang menyatakan bahwa atom terdiri atas inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron ynag mengelilingi inti, sehingga atom bersifat netral. Rutherford juga menduga bahwa di dalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi untuk mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling menolak.

Yup itulah tadi sedikit pengetahuan yang dapat saya bagikan semoga informasi mengenai Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar ini memberikan khasanan pengetahuan kima yang baru bagi kita.

Sifat-Sifat Sinar Anode dalam Ilmu Kimia

Sifat-Sifat Sinar Anode dalam Ilmu Kimia – Selain sifat-sifat sinar katode  ternyata anode juga memiliki sifat-sifat tertentu. Untuk memahaminya lebih lanjut silahkan lihat penjelasannya di bawah ini:

Sifat-Sifat Sinar Anode

Dengan ditemukannya elektron oleh Thomson, para ahli semakin yakin bahwa atom tersusun oleh partikel-partikel yang lebih kecil. Pada tahun 1886, Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng katodenya dan gas yang berada di belakang lempeng katode menjadi berpijar. Peristiwa tersebut menunjukkan adanya radiasi yang berasal dari anode yang menerobos lubang pada lempeng katode. Sinar ini disebut sinar anode atau sinar positif.

Sifat sinar anode, antara lain:


1. merupakan radiasi partikel sehingga dapat memutar baling-baling;
2. dalam medan listrik/magnet, dibelokkan ke kutub negatif, jadi merupakan radiasi bermuatan positif;
3. partikel sinar anode bergantung pada jenis gas dalam tabung.
Partikel terkecil diperoleh dari gas hidrogen. Partikel ini kemudian disebut proton
Jadi itulah Sifat-Sifat Sinar Anode yang dapat garda pengetahuan tuliskan. Selamat belajar ilmu kimia yah

Sifat-Sifat Sinar Katode oleh Joseph John homson

Sifat-Sifat Sinar Katode oleh Joseph John homson - Elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson pada tahun 1897. Penemuan elektron diawali dengan ditemukannya tabung katode oleh William Crookes. Kemudian J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode ini dan dapat dipastikan bahwa sinar katode ini merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan di antara katode dan anode.

Sifat-Sifat Sinar Katode oleh Joseph John homson

Sifat sinar katode, antara lain:


1. merambat tegak lurus dari permukaan katode menuju anode;
2. merupakan radiasi partikel sehingga terbukti dapat memutar baling-baling;
3. bermuatan listrik negatif sehingga dibelokkan ke kutub listrik positif;
4. dapat memendarkan berbagai jenis zat, termasuk gelas

Sifat-Sifat Sinar Katode

Gambar tabung katode oleh J.J Thomson

Sifat-Sifat Sinar Katode oleh Joseph John homson ini semoga bisa bermanfaat buat kamu yah terutama yang lagi belajar kimia

Monday, 25 August 2014

Peta Konsep Unsur, Senyawa dan Campuran

Peta Konsep Unsur, Senyawa dan Campuran – Berbicara tentang peta konsep unsur, senyawa dan campuran maka kita sebaiknya memahami terlebih dahulu tentang peta konsep yang dapat mendasari tentang belajar unsur senyawa dan campuran.

Disini tertulis tentang pengertian unsur, bagaimana aturan penulisannya dan tempat kita bisa menemukannya dalam kehidupan sehari-hari. Silahkan disimak

Peta Konsep Unsur senyawa dan campuran Peta Konsep

Semoga Peta Konsep tentang Unsur, Senyawa dan Campuran ini bisa membantu anda untuk memahami materi ini lebih lanjut.

Sunday, 10 August 2014

Perbedaan Sifat Larutan Asam, Basa, dan Garam

Perbedaan Sifat Larutan Asam, Basa, dan Garam – Dalam ilmu kimia kita akan banyak membahas tentang larutan, yaitu larutan asam, basa dan juga larutan garam.

Tahukah apa saja sifat-sifat yang dimiliki oleh larutan asam, basa dan juga garam?

Ketiganya memiliki sifat yang berbeda dengan yang lain.

Tahukah anda apa saja perbedaannya? kalau belum tahu simak tabel di bawah ini

Perbedaan Sifat Larutan Asam, Basa, dan Garam

Tabel Perbedaan Sifat Larutan Asam, Basa, dan Garam Gambar tabel tentang perbedaaan sifat dari asam, basa ataupun garam

Untuk bisa anda copy paste saya sajikan tabelnya dalam bentuk teks.

Sifat Asam

Sifat Basa

Sifat Garam

rasanya masam   

rasanya pahit

rasanya manis, asin atau tidak
berasa (hambar)

derajat keasaman (pH) < 7  derajat keasaman (pH) > 7  derajat keasaman (pH) = 7

dapat memerahkan kertas
lakmus biru
 

dapat membirukan kertas lakmus
merah

tidak merubah warna kertas
lakmus

tidak merubah warna kertas
lakmus merah

tidak merubah warna kertas
lakmus biru

-

menghasilkan ion H+
jika dilarutkan ke dalam air

menghasilkan ion OH- jika
dilarutkan ke dalam air

tidak menghasilkan ion H+
atau ion OH-

Catatan: Tanda OH- sebenarnya terletak diatas namun karena di blogger tidak menyediakan fiturnya maka hanya bisa saya tampilkan di bagian tengah.

Sekian informasi dari garda pengetahuan tentang Perbedaan Sifat Larutan Asam, Basa, dan Garam semoga bisa membantu anda untuk memahami berbagai materi kimia yang berhubungan dengan artikel ini.

Thursday, 24 July 2014

Tabel Nilai pH Perubahan Warna pada Kertas Indikator

Tabel Nilai pH berdasarkan Perubahan Warna pada Kertas Indikator – Pernahkah anda melakukan percobaan kimia di sekolah atau universitas, khususnya percobaan kimia, nah pada percobaan tersebut anda pasti pernah menggunakan kertas indikator yang digunakan untuk menentukan pH suatu larutan.

Kertas indikator mempunyai empat garis yang warnanya adalah kuning, hijau, jingga dan jingga kecoklatan. Keempat garis warna tersebut akan mengalami perubahan warna jika kertas indikator dicelupkan pada larutan tertentu.

Perubahan warna yang terjadi pada garis warna kertas indikator universal dicocokkan dengan tabel berikut ini untuk menentukan nilai pH suatu larutan

Tabel Nilai pH berdasarkan Perubahan Warna pada Kertas Indikator

Tabel indikator PH universal Tabel

Contohnya: Kertas indikator dicelupkan ke dalam suatu larutan sehingga garis warnanya berubah menjadi (dari bawah) kuning, biru, jingga, jingga.

Kemudian jika kita cocokkan dengan tabel perubahan warna pada garis warna kertas indikator universal, maka diperoleh nilai pH larutan tersebut adalah 10

Dengan menggunakan kertas indikator universal kita dapat menentukan sifat dari suatu larutan apakah bersifat asam, basa, atau netral.

Namun pada umumnya anda dapat melihat contoh warna untuk setiap warna pH yang ada di dalam kotak kertas universal, biasanya ada di bagian dalam, sehingga dapat kita tentukan dengan mudah.

Friday, 18 July 2014

Sifat-sifat Fisika Logam dan Nonlogam

Sifat-sifat fisika logam dan nonlogam | Logam adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation) dan memiliki ikatan logam sedangkan unsur nonlogam lebih banyak jumlahnya terdapat di alam dibandingkan logam, berbicara mengenai sifak fisika dari logam dan nonlogam maka kita tidak akan terlepas dari unsur-unsur, awalnya unsur-unsur dipelajari secara terpisah.

Namun ketika jumlah unsur yang ditemukan menjadi cukup banyak, maka hal ini menyulitkan para ilmuwan untuk mempelajarinya. Kemudian kimiawan dari Arab dan Persia mulai mengelompokkan unsur berdasarkan sifat kelogamannya.

Seperti apa sifat-sifat fisika logam dan nonloga tersebut dan apa perbedaannya lihat tabel berikut.

Logam dan nonlogam Uang logam

Sifat-sifat fisika logam dan nonlogam

Sifat Fisika Nonlogam
Sifat Fisika Logam

1. Tidak mengilap.
2. Pada suhu kamar dapat berwujud padat, cair, dan gas.
3. Sulit dibentuk dan rapuh.
4. Bukan penghantar panas dan listrik yang baik.

1. Mengilap.
2. Pada suhu kamar umumnya berwujud padat.
3. Mudah ditempa dan dibentuk.
4. Penghantar panas dan listrik yang baik.

Itulah sifat-sifat fisika logam dan nonlogam dalam tabel tersebut juga bisa dilihat kalau ada perbedaannya, jika masih kurang anda bisa menambahkannya di kotak komentar di bawah ini.

Thursday, 3 July 2014

Peta Konsep Asam, Basa dan Garam

Peta Konsep Asam, Basa dan Garam | Sebenarnya konsep asam basa dan juga garam adalah materi kimia yang pada awalnya diperkenalkan pertama kali di pembelajaran kimia SMA namun kini sudah juga diperkenalkan di SMP, di buku buku SMP yang kelas 7 sudah dapat kita temukan materi ini. Peta konsep ini meliputi pengidentifikasian, penentuan PH atau derajat keasaman dan juga sifat-sifat senyawa asam basa maupun garam. Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7 (ingat jumlah PH sampai 14). Basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air dan jumlah PH untuk basa adalah antara 7 sampai dengan 14)

Peta Konsep Asam, Basa dan Garam

 

Peta Konsep Asam Basa dan Garam

Bagaimana menentukan adanya senyawa asam atau basa?

Untuk menentukan suatu zat apakah memiliki kandungan asam atau basa, digunakan zat penunjuk atau indikator. Indikator merupakan zat yang dapat berubah warna sesuai dengan sifat lingkungannya (di praktikum kimia anda akan mendapati penggunaannya). Beberapa jenis indikator yang dapat digunakan untuk menentukan kandungan senyawa asam atau basa adalah kertas lakmus, indikator universal, dan pH-meter.

Semoga peta konsep ini bermanfaat.

Sunday, 22 June 2014

Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Perkembangan Sistem Periodik Unsur | Sistem periodik unsur yang kita kenal sekarang ternyata sangat berbeda dengan zaman dahulu, ini dikarenakan pengelompokkan unsur telah sangat berkembang dan telah melalui berbagai penilitian yang dilakukan oleh para ilmuwan-ilmuwan kimia, diantaranya ilmuwan arab, A. Lavosier, J. Dalton dan masih banyak lagi ilmuwan yang berperan didalamnya, nah bagi anda yang tengah belajar kimia tentang perkembangan sistem periodik unsur sebaiknya perhatikanlah bagan berikut.

Perkembangan Sistem Periodik Unsur:

Kimiawan Arab & Persia
Pengelompokan unsur-unsur menjadi unsur logam dan unsur nonlogam
|
A. LAVOISIER
Pengelompokan zat berdasar sifat kimia yang dimilikanya.
|
J. DALTON
Pengelompokan unsur berdasarkan pada kenaikkan massa atom.
|
J.J. BERZELLIUS
Membuat daftar massa dari atom unsur-unsur yang akurat.
|
TRIADE oleh DOBEREINER
Tiap kelompok terdiri 3 unsur, yang mirip sifatnya.
|
OKTAF oleh NEWLANDS
Periodisasi sifat unsur-unsur yang disusun berdasarkan pada nilai kenaikan nomor massa.
|
LOTHAR MEYER dan MENDELEYEV
Sistem periodik pertama, yang didasarkan pada kenaikan massa atom dan kemiripan sifat unsur.
|
MOSELEY
Urutan kenaikan nomor atom sama dengan urutan kenaikan nomor massa
|
Sistem Periodik Unsur (SPU)

 

Semoga bermanfaat yah.

Sunday, 15 June 2014

Kelemahan dari Teori Atom Bohr

Kelemahan dari Teori Atom Bohr | Teori atom Bohr merupakan salah satu teori atom yang banyak kita dapatkan di buku-buku kimia SMA, dimana teori atom bohr ini juga menjadi rujukan bagi penemu teori-teori atom yang lainnya yang telah dikemukakan oleh para ilmuwan kimia lainnya. Namun setiap teori atom tersebut saya rasa memiliki kekurangan dan kelebihannya tersendiri nah, untuk model teori atom dari Bohr berikut ini kelemahannya

Kelemahan dari Teori Atom Bohr

a. Salah satu dari kelemahan teori ini yaitu hanya mampu menjelaskan spektrum atom hidrogen tetapi tidak mampu menjelaskan spektrum atom yang lebih kompleks (dengan jumlah elektron yang jumlahnya lebih banyak).

b. Orbit/kulit elektron mengelilingi inti atom bukan berbentuk lingkaran melainkan berbentuk elips.

c. Bohr menganggap elektron hanya sebagai partikel bukan sebagai partikel dan gelombang, sehingga kedudukan elektron dalam atom merupakan kebolehjadian.

Bohr Niels Henrik David Bohr

Itulah tadi kelemahan dari teori atom Bohr, semoga bisa bermanfaat buat anda untuk belajar kimia.

Friday, 23 May 2014

Massa dan muatan partikel proton, neutron, dan elektron

Massa dan muatan partikel proton, neutron, dan elektron | Seperti kita ketahui bahwa proton neutron dan elektron juga memiliki massa. Dan juga memiliki yang namanya muatan yaitu muatan coulumb, nah bagi anda yang belum tahu tentang massa dan muatannya, berikut tablenya

Massa dan muatan partikel proton, neutron, dan elektron

Tabel

Semoga bermanfaat  Massa dan muatan partikel proton, neutron, dan elektron

Dua Postulat Bohr

Dua Postulat Bohr | Dalam ilmu kimia nama Bohr tidak asing lagi ditelinga kita, karena bohr membuat teori atom yang kemudian menjadi petunjuk bagi ilmuwan tentang model atom, namun tentu saja odel atom bohr memiliki kelebihan dan juga kekurangan (baca : kelebihan dan kekurangan model atom bohr). Nah, 2 postulat bohr ini diawali dari pengamatan Niels Bohr terhadap spektrum atom, karena adanya spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya beredar pada lintasan-lintasan dengan energi tertentu. Kemudian dengan teori Mekanika Kuantum Planck maka Bohr (1913) menyampaikan 2 postulat untuk menjelaskan kestabilan atom. Dimana dua postulatnya adalah sebagai berikut:

Dua Postulat Bohr:

a. Elektron mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu yang stasioner dan kemudian disebut dengan orbit atau kulit. Walaupun elektron bergerak cepat tetapi elektron tidak memancarkan ataupun menyerap energi sehingga energi elektron konstan. Hal ini berarti elektron yang berputar mengelilingi inti atom mempunyai lintasan tetap sehingga elektron tidak jatuh ke inti.


b. Elektron dapat berpindah dari kulit yang satu ke kulit yang lain dengan cara memancarkan atau menyerap energi. Energi yang dipancarkan atau diserap ketika elektron berpindah kulit disebut dengan foton. Besarnya foton dirumuskan:

rumus besar foton Semoga artikel kimia ini dapat membantu ini memahami dua postulat bohr. Terima kasih

Monday, 27 January 2014

Perbedaan Antara Rumus Molekul dan Rumus Empiris

Perbedaan Antara Rumus Molekul dan Rumus Empiris – Dalam pembelajaran kimia di Sekolah, kita akan mengenal yang namanya molekul, senyawa, unsur, ion dan sebagaianya. Nah, ketika kita ingin memahaminya salah satu caranya adalah kita harus menemukan apa perbedaan antara mereka sehingga bisa kita tahu apa fungsi dan manfaatnya. Kali ini saya akan menjelaskan materi kimi ini yang berjudul perbedaan antara rumus molekul pada kimia dan rumus empirisnya. Berikut ini perbedaannya:

1 Pengertian Rumus Molekul

Rumus molekul adalah rumus yang menyatakan jumlah atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun satu molekul senyawa. Jadi rumus molekul menyatakan susunan sebenarnya dari sebuah molekul zat.

Contoh-comtoh rumus molekul:

a. Rumus molekul air yaitu H2O yang berarti dalam satu molekul air terdapat dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.

b. Rumus molekul glukosa C6H12O6 yang berarti dalam satu molekul glukosa terdapat 6 buah atom karbon, 12 buah atom hidrogen, dan juga sebanyak 6 atom oksigen.

Perbedaan Antara Rumus Molekul dan Rumus Empiris

2 Pengertian Rumus Empiris

Rumus empiris
adalah rumus yang menyatakan tentang perbandingan terkecil atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa kimia.

Contoh-contoh rumus empiris:
(a) Natrium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Na+ dan ion Cl– dengan perbandingan 1 : 1. Rumus kimia natrium klorida NaCl.

(b) Kalsium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Ca2+ dan ion Cl-– dengan perbandingan 2 : 1. Rumus kimia kalsium klorida CaCl2.

Nah, semoga materi kimia yang berjudul perbedaan rumus empiris dan rumus molekul ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita untuk semakin semangat belajar kimia.

Friday, 22 February 2013

Pengertian Unsur dan Contohnya


Pengertian Unsur dan Contohnya – Dalam kimia, kita akan banyak menemukan istilah-istilah yang belum sering kita dengar, contohnya Unsur. Berikut pengertian unsur dan contohnya:
Unsur
1. Pengertian Unsur
Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana.

Contoh :
Unsur besi tidak bisa diuraikan menjadi zat lain tetapi hanya dapat diuraikan menjadi atom besi.
Unsur besi dan atom besi adalah zat yang sejenis.

Sekian materi kimia pengertian unsur dan contohnya.

Wednesday, 20 February 2013

Perbedaan Senyawa Organik dan Senyawa Anorganik

Perbedaan Senyawa Organik dan Senyawa Anorganik – Berikut akan kami berikan tabel mengenai perbedaan senyawa organik dan juga senyawa anorganik.

Tabel Senyawa Organik dan Senyawa Anorganik
No
Senyawa organik
Senyawa Anorganik
1
Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis
Berasal dari sumber daya alam mineral ( bukan makhluk hidup)
2
Senyawa organik lebih mudah terbakar
Tidak mudah terbakar
3
Strukturnya lebih rumit
Struktur sederhana
4
Semua senyawa organik mengandung unsur karbon
Tidak semua senyawa anorganik yang memiliki unsur karbon
5
Hanya dapat larut dalam pelarut organik
Dapat larut dalam pelarut air atau organik
6
CH4, C2H5OH, C2H6 dsb.
NaF, NaCl, NaBr, NaI dsb.

Nah, itulah materi KIMIA mengenai perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik, semoga bisa bermanfaat buat para pembaca.