Showing posts with label Ilmu Fisika. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Fisika. Show all posts

Thursday, 7 September 2017

Pengertian Gejala Kemagnetan dalam Fisika

Pengertian Gejala Kemagnetan dalam Fisika - Pada beberapa abad yang lalu, kira-kira 600 SM, bangsa Yunani telah menemukan batuan di daerah Magnesia yang dapat menarik potongan besi dan baja. Batu inilah yang saat ini dikenal dengan nama magnet, seperti ditunjukkan pada gambar dibawah.

Pada Gambar dibawah ini, kamu dapat mengamati bahwa magnet dapat menyebabkan paku-paku di sekitarnya yang terbuat dari besi menempel. Gaya yang menarik dan menyebabkan pakupaku tersebut menempel dinamakan gaya magnetik.

Secara sederhana, kemagnetan dapat diartikan sebagai tarikan sebuah magnet pada bahan-bahan magnetik.  

Magnet alam

Pengertian Gejala Kemagnetan dalam Fisika

Magnet ialah sejenis logam yang juga dikenali dengan nama besi berani. Magnet mempunyai kuat medan yang dapat menarik butir-butir besi lain ke arahnya. Perkataan magnet berasal dari bahasa Greek “magnítis líthos” (ìáãíÞôçò ëßèïò) yang berarti “batu magnesia”. Disebut demikian karena magnet mula-mula dijumpai di suatu daerah Asia kecil bernama Magnesia. Suatu keunikan yang ada pada magnet ini ialah apabila magnet itu digantung, arah yang ditunjukkannya ialah utara-selatan. Magnetit sendiri bisa berarti batu.

Dalam IPA seringkali muncul pengelompokkan atau klasifikasi benda-benda atau fenomena alam. Ketika Anda mengelompokkan atau memahami pengelompokkan sesuatu maka yang harus Anda camkan adalah dasar atau argumen dari pengelompokkan tersebut. Oleh karena itu Anda tidak harus bingung ketika mendapatkan informasi pengelompokkan yang berbeda dari benda atau fenomena yang sama. Demikian halnya dengan magnet. Magnet dapat dikelompokkan antara lain berdasarkan bentuk atau berdasarkan kejadiannya. Dari segi kejadiannya magnet dikelompokkan dalam dua macam, yaitu magnet alam dan magnet buatan  


Jenis Magnet

a. Magnet alamMagnet alam adalah magnet yang ada di alam tanpa campur tangan manusia. Kemagnetan magnet alam terjadi karena pengaruh medan magnet dari planet bumi. Magnet alam terdapat di dalam tanah berupa bijih besi magnet dalam bentuk besi oksida (Fe3O4).
Dalam bukunya de magnete, William Gilbert menganalogikan bumi kita sebagai sebuah dipole magnetik raksasa, dengan kutub utara magnetik berbeda sekitar 11,5° dari kutub utara geografis bumi. Mengapa bumi bersifat magnetik ? Dari sekian banyak penyebab (sumber) magnet bumi, penyebab utama adalah karena faktor perputaran inti bumi yang bersifat cair. Inti cair bumi terdiri dari lelehan besi dan nikel bertemperatur 5000 oC dan mengandung sejumlah muatan listrik yang berputar mengelilingi sumbunya sedemikian sehingga menghasilkan medan magnet yang arahnya dari selatan menuju utara bumi. Inilah yang menjadikan bumi menjadi sebuah magnet raksasa dengan kutub-selatan magnet di utara, dan kutub-utara magnet di selatan (berbeda dengan penamaan kutub-kutub magnet yang digunakan manusia yang didasarkan pada arah mata angin yang ditunjuknya). Keberadaan medan magnetik bumi memberikan keuntungan bagi kehidupan di planet bumi karena melindungi bumi dari radiasi elektomagnetik matahari atau dikenal sebagai sebagai sabuk Van Allen.
Magnet alam tidak banyak digunakan untuk kepentingan manusia karena ketersediaanya tidak seberapa dan kekuatan unsur-unsur kemagnetannya pada umumnya tidak cukup besar. Magnet alam (dalam bentuk batu) ditemukan pertama kali di daerah Magnesia, Asia Kecil. Karena daerah penemuan asal ini lah benda aneh tersebut dinamai magnet. Adapun dalam hal penggunaan praktisnya, menurut sejarah, bangsa Cina lah yang pertama kali memanfaatkannya sekitar tahun 2637 SM, yaitu sebagai alat yang menyerupai fungsi kompas menentukan arah mata angin atau kutub bumi.  

b. Magnet buatanMagnet dapat secara sengaja dibuat oleh manusia dari baja atau besi murni, serta dari bahan paduan seperti paduan baja dengan nikel atau paduan antara aluminium, kobalt, dan nikel (alnico). Anda sudah mengetahui bahwa magnet buatan dapat dihasilkan dengan cara induksi magnet, dengan cara gosokan dan dengan menggunakan arus listrik (induksi listrik). Cara-cara pembuatan magnet berikut, praktikkan bersama dosen Anda pada saat tutorial di kampus.
Membuat magnet dengan menggunakan arus listrik Dalam pembuatan magnet ini, kawat (kabel) berarus listrik searah (DC) dililitkan di sekitar batang baja atau bahan ferromagnetik lainnya (misalnya paku) yang akan dibuat magnet. Kekuatan gaya magnet buatan semacam ini tergantung
pada kuat arus yang mengalir ke dalam lilitan kawat, dan juga tergantung pada banyak lilitan kawat
di sekitar batang baja atau batang bahan magnet lain tersebut. 
Membuat magnet dengan gosokan. Membuat magnet semacam ini ialah dengan menggosokgosokan magnet pada batang baja atau batang bahan magnet lainnya yang akan dibuat magnet. Cara
menggosok batang magnet pada batang baja haruslah dikerjakan dalam arah yang selalu sama, tidak
boleh bolak-balik. Membuat magnet dengan gosokan tidak praktis dan sifat kemagnetannya jarang
bertahan lama sehingga tidak banyak dilakukan dalam industri, kecuali hanya untuk percobaanpercobaan fisika di sekolah.

Berdasarkan hasilnya, magnet buatan dibedakan antara magnet tetap (permanen) dan magnet sementara. Biasanya magnet permanen dibuat dari baja yang dikeraskan, dan setelah baja cukup keras kemudian baja tersebut dimasukkan ke dalam kumparan kawat berisolasi yang dialiri arus listrik DC. Magnet sementara dapat dibuat dengan cara yang sama tetapi bahannya dari besi lunak, baja lunak, atau bahan nikel.

Magnet sementara menjadi magnet hanya pada saat digosok dengan batang magnet, atau pada saat dimasukkannya arus listrik ke dalam kumparan. Setelah arus listrik diputus, atas penggosokan pada batang magnet dihentikan, maka bahan magnet tersebut segera kembali seperti semula, tidak lagi memiliki sifat-sifat kemagnetan kecuali hanya sedikit sekali. Magnet sementara ini sangat banyak digunakan untuk kepentingan sehari-hari, seperti kutub magnet generator, motor listrik, alat pengangkat magnetik, transformator, bel listrik, dan lain-lain.
  

Semoga bermanfaat Pengertian Gejala Kemagnetan dalam Fisika.


Saturday, 29 April 2017

Rumus Hukum II Kirchhoff dan Contohnya

Rumus Hukum II Kirchhoff  - Hukum II Kirchhoff atau hukum loop menyatakan bahwa jumlah perubahan potensial yang mengelilingi lintasan tertutup pada suatu rangkaian harus sama dengan nol. Hukum ini di dasarkan pada hukum kekekalan energi.

Secara matematis hukum II Kirchhoff dapat dinyatakan sebagai berikut.  

Rumus Hukum II Kirchhoff
Rumus Hukum II Kirchhoff 

Keterangan:E : ggl sumber arus (volt)I : kuat arus (A)R : hambatan (Ω ) (Ω dibaca OHM)

Pada perumusan hukum II Kirchhoff, mengikuti ketentuan sebagai berikut.
a. Semua hambatan (
R) dihitung positif.
b. Pada arah perjalanan atau penelusuran rangkaian tertutup (loop), jika sumber arus berawal dari kutub negatif ke kutup positif, maka gglnya dihitung positif. Jika sebaliknya dari kutub positif ke kutub negatif, maka ggl nya dihitung negatif.
  

Tanda positif dan negatif ggl
Tanda positif dan negatif ggl  
(Baca juga Elemen GGL)
c. Arus yang searah dengan penelusuran loop dihitung positif, sedang yang berlawanan dengan arah penelusuran dihitung negatif.
d. Jika hasil akhir perhitungan kuat arus bernilai negatif, maka kuat arus yang sebenarnya merupakan kebalikan dari arah yang ditetapkan
  

Rumus Hukum II Kirchhoff 

a. Kuat Arus Listrik dalam Rangkaian Sederhana  

Pada dasarnya sumber tegangan ggl memiliki hambatan dalam yang disimbulkan dengan r. Nilai r ini adalah nilai hambatan yang ada dalam ggl sumber tegangan pada suatu rangkaian. Perhatikan
Gambar di bawah ini:
Rangkaian tertutup
Rangkaian tertutup  

Pada gambar tersebut melukiskan rangkaian tertutup yang terdiri atas sebuah sumbu arus dengan ggl
E, hambatan dalam r, dan sebuah penghambat dengan hambatan R, sedang arus pada rangkaian I. Menurut hukum II Kirchhoff, pada rangkaian berlaku persamaan seperti berikut. 

hukum II Kirchhoff
hukum II Kirchhoff  

Keterangan:E : ggl sumber arus (V)I : kuat arus (A)r : hambatan dalam sumber arus (  )R : hambatan penghambat (  ) 

Nilai I × R pada persamaan di atas merupakan tegangan penggunaan di luar sumber arus yang disebut tegangan jepit (K). Jadi, persamaan di atas dapat ditulis sebagai berikut. 

Keterangan:K : tegangan jepit (V)  

Contoh Soal Hukum Kirchhoff

Sebuah kawat penghantar dengan hambatan 11,5 ohm dihubungkan dengan sumber tegangan 6 V yang hambatan dalamnya 0,5 ohm.
Hitunglah kuat arus pada rangkaian dan tegangan jepitnya!
Diketahui
a. R : 11,5 b. E : 6 V
c.
r = 0,5 

Ditanyakan
a. I = ...?
b.
K = ...?

Jawab
 :

b. Kuat Arus Listrik dalam Rangkaian Majemuk (Kompleks)  

Gambar di bawah ini menunjukkan satu rangkaian tertutup yang terdiri atas satu loop. Misalkan arah arus dan arah penelusuran loop kita tentukan searah putaran jarum jam. Menurut hukum II Kirchhoff pada rangkaian berlaku persamaan ∑E = ∑(I × R) . Oleh karena itu persamaannya menjadi seperti berikut.  
Rangkaian satu loop.
Rangkaian satu loop.  

Jika pada penjabaran di atas dihasilkan nilai I negatif, maka arah arus yang sebenarnya adalah kebalikan dari arah yang ditentukan pada gambar. Bagaimana jika penelusuran rangkaian berawal dari satu titik dan berakhir pada titik lain? Misalkan Anda akan menentukan tegangan atau beda potensial antara titik A dan B pada Gambar di atas. Berdasarkan Hukum II Kirchhoff dapat dihitung dengan persamaan berikut  
Untuk rangkaian yang memiliki dua loop atau lebih dapat diselesaikan dengan hukum II Kirchhoff dan hukum I Kirchhoff. Perhatikan Gambar di bawah ini!
Pada gambar di atas dilukiskan rangkaian tertutup yang terdiri atas dua loop. Arah arus dan arah penelusuran tiap loop. Misalkan Anda bagi menjadi seperti berikut.  

Contoh Soal Hukum Kirchof dengan Loop

Diketahui
a. E1 = 8 V
b.
R1 = 4 c. E2 = 18 V
d.
R2 = 2 e. R3 = 6 

Ditanyakan
a. I1 = ...?
b.
I2 = ...?
c.
I3 = ...?  

Jawab:  

Nilai I1, Anda masukkan ke persamaan (2) 
8 = 10 I1 + 6 I2
8 = 10 (–1) + 6 I2I= 3 A
Nilai
I2, Anda masukkan pada persamaan (1)I3 = I1 + I2= –1 + 3
= 2
I1 negatif, berarti I berlawanan dengan arah yang telah ditentukan.

Ada pertanyaan mengenai Rumus Hukum II Kirchhoff dan Contohnya ini? Silahkan kunjungi fanspage di FB Garda Pengetahuan.

Monday, 23 January 2017

Awalan-awalan untuk pangkat dari 10

Awalan-awalan untuk pangkat dari 10 - Jika anda sedang belajar kimia ataupun biologi, maka memelajari Awalan-awalan untuk pangkat dari 10 ini akan sangat bermanfaat, karena akan digunakan untuk banyak sekali materi.

Awalan-awalan untuk pangkat dari 10

Awalan-awalan untuk pangkat dari 10
Awalan-awalan untuk pangkat dari 10
Semoga bisa bermanfaat yah, Awalan-awalan untuk pangkat dari 10

Tabel Orde magnitudo massa beberapa benda

Tabel Orde magnitudo massa beberapa benda - Tabel ini bermanfaat bagi anda untuk menentukan tetapan umum massa suatu benda di alam semesta ini.

Orde magnitudo massa beberapa benda (Tipler, 1991)
Orde magnitudo massa beberapa benda (Tipler, 1991)
Tabel Orde magnitudo massa beberapa benda

Tabel Orde magnitudo panjang beberapa benda

Tabel Orde magnitudo panjang beberapa benda - Berikut ini kami sajikan Tabel. Orde magnitudo panjang beberapa benda yang bisa bermanfaat bagi anda para peserta didik.

Tabel Orde magnitudo panjang beberapa benda
Semoga bisa bermanfaat yah Tabel Orde magnitudo panjang beberapa benda

Wednesday, 14 December 2016

Rumus Kecepatan Debit Air

Rumus Kecepatan Debit Air - Fluida dinamis adalah fluida yang bergerak. Besaran-besaran apa yang perlu dipelajari pada fluida dinamis itu? Jawabannya dapat kalian pelajari pada penjelasan berikut:

Pada fluida yang bergerak memiliki besaran yang dinamakan debit.Apakah kalian pernah mendengar besaran ini? Debit adalah laju aliran air. Besarnya debit menyatakan banyaknya volume air yang mengalir tiap detik.

Rumus Kecepatan Debit Air

Rumus Kecepatan Debit Air
Rumus Kecepatan Debit Air
Keterangan Rumus Debit Air:
dengan :  
Q =  debit (m3/s)
V  = volume air yang mengalir (m3)
t  = waktu aliran (s)

Apabila melalui sebuah pipa maka volume air yang mengalir memenuhi V = A . S. Jika nilai ini disubstitusikan ke persamaan diatas dapat diperoleh definisi baru sebagai berikut.

Rumus Debit Air
Rumus Debit Air
Pipa aliran fluida atau air biasanya memiliki penampang yang tidak sama. Contohnya pipa PDAM. Pipa aliran yang ada di jalan-jalan besar diameternya bisa menjadi 30 cm tetapi saat masuk di perumahan bisa mengecil menjadi 10 cm dan mencapai kran di rumah tinggal 20 cm. Jika air mengalir tidak termanfaatkan maka akan berlaku kekekalan debit atau aliran fluida dan dinamakan kontinuitas. Kontinuitas atau kekekalan debit ini dapat dituliskan sebagai berikut. Cermati persamaan tersebut.


Semoga tulisan kami mengenai Rumus Kecepatan Debit Air ini bisa bermanfaat yah.