Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Sunday, 7 May 2017

Perbedaan Kekebalan Bawaan dan Kekebalan Adaptasi

Perbedaan Kekebalan Bawaan dan Kekebalan Adaptasi - Sistem kekebalan atau sistem imun (bahasa Inggris: immune system) adalah sistem pertahanan sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan patogen, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem imun juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang bertransformasi menjadi tumor.

Baca Dulu:


Pertahanan awal terhadap organisme asing adalah jaringan terluar dari tubuh yaitu kulit, permukaan mukosa pencernaan, dan permukaan mukosa saluran pernapasan. Sistem tersebut memiliki banyak sel termasuk makrofag dan neutrofil (keduanya adalah fagosit) yang siap melumat organisme lain pada saat terjadi penetrasi pada permukaan kulit. Pertahanan kedua adalah sistem imun adaptif.

Perbedaan Kekebalan Bawaan dan Kekebalan Adaptasi

A. Kekebalan Bawaan

Kekebalan bawaan disebut juga kekebalan tidak spesifik. Kekebalan ini merupakan garis utama tubuh yang pertama melawan semua agen asing yang masuk ke dalam tubuh. Alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan, seperti kulit, air mata, mukus, dan air ludah yang mencegah laju peradangan setelah terjadi luka atau infeksi. Mekanisme kekebalan bawaan adalah menghalangi masuknya dan penyebaran penyakit, tetapi jarang mencegah penyakit secara keseluruhan.  
Perbedaan Kekebalan Bawaan dan Kekebalan Adaptasi
Perbedaan Kekebalan Bawaan dan Kekebalan Adaptasi


B. Kekebalan Adaptasi

Kekebalan ini disebut juga dengan kekebalan spesifik, jika garis pertama kekebalan tubuh mendapat serbuan maka sel, molekul dan organ dari sistem imun menghasilkan suatu imun yang spesifik untuk melawan agen yang disesuaikan dengan jenis agen penyerang tersebut. Sehingga, sistem imun ini akan bekerja untuk melawan bila agen asing menyerang lagi. 

Kemampuan sistem imun dalam memberikan respon pada penyakit tergantung pada interaksi yang komplek antara komponen sistem imun dan antigen yang merupakan agen agen patogen atau agen penyebab penyakit. Antigen merupakan bahan-bahan asing yang masuk ke dalam tubuh. Jaringan dan organ yang berperan dalam sistem imun berada di bagian seluruh tubuh. Pada manusia dan mamalia lain, organ-organ pusat sistem imun adalah sumsum tulang.
Sumsum tulang yang ada dalam tulang mengandung sel sel batang yang menghasilkan atau memproduksi sel-sel darah, salah satunya adalah sel darah putih. Masih ingatkah kamu macam-macam sel darah putih? Sel darah putih yang memiliki peranan utama dalam sistem imunitas atau kekebalan tubuh adalah limfosit yang akan berkembang menjadi makrofag. Perkembangan limfosit menjadi makrofag dilakukan oleh monosit 

Nah, itulah ilmu biologi dari Garda Pengetahuan tentang Perbedaan Kekebalan Bawaan dan Kekebalan Adaptasi, mudah-mudahan ilmunya bermanfaat. Ingat jangan nyontek.  

Peta Konsep Sistem Kekebalan Tubuh


Peta Konsep Sistem Kekebalan Tubuh - Sistem pertahanan tubuh, ibarat tentara sebuah negara yang bertugas untuk mencegah dan melindungi negara dari serangan pihak-pihak asing yang menyerang, merusak, dan menguasai negara tersebut. 



Manusia dan hewan memiliki sistem pertahanan tubuh yang disebut sistem kekebalan tubuh atau imunitas. Setelah mempelajari bab ini, kamu akan mengetahui sistem kekebalan tubuh. Mari cermati uraiannya. 

Nah berikut ini Garda Pengetahuan menyajikan Peta Konsep yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

Peta Konsep Sistem Kekebalan Tubuh

Peta Konsep Sistem Kekebalan Tubuh
Peta Konsep Sistem Kekebalan Tubuh
Baca Juga:


Mekanisme Sistem Kekebalan Tubuh  
Sistem imun atau kekebalan tubuh merupakan sekelompok sel, molekul, dan organ yang bersama-sama secara aktif mempertahankan tubuh dari serangan benda-benda asing yang menyebabkan penyakit, seperti virus, bakteri, dan jamur.

Kesehatan tubuh tergantung kemampuan sistem imun dalam mengenal, menolak dan menghancurkan bibit-bibit penyakit tersebut. Kemampuan ini disebut respon imun.

Respon imun memiliki dua mekanisme, yaitu respon imun yang dilakukan oleh sel-sel darah putih (lewat sel) dan respon imun yang dilakukan oleh molekul protein yang tersimpan di dalam limfa dan plasma darah yang disebut antibodi. Respon imun yang dilakukan oleh antibodi disebut juga respon humoral (imunitas humoral). Kekebalan tubuh dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu kekebalan bawaan (innate immunity) dan kekebalan perolehan atau adaptasi. Untuk lebih mengetahui kedua tipe kekebalan tubuh tersebut, mari cermati uraian berikut ini.  

Itulah informasi mengenai Peta Konsep Sistem Kekebalan Tubuh. semoga bermanfaat yah.

Friday, 5 May 2017

Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi Protozoa

Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi ProtozoaKata protozoa berasal dari bahasa Yunani, yakni proto yang berarti pertama dan zoa yang berarti hewan. Protozoa merupakan protista yang mirip hewan. Kebanyakan protozoa tidak berbahaya bagi manusia, tetapi beberapa jenis bersifat patogen. Bagaimanakah ciri-ciri dan klasifikasinya?  

Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi Protozoa


A. Ciri-Ciri Protozoa

Menurut Brum et al. (1994: 813), lebih dari 40.000 spesies protozoa hidup di berbagai tempat, di perairan, tanah yang lembap atau di dalam organisme lain (parasit). Protozoa merupakan organisme uniselular. Protozoa mendapatkan makanan dengan cara mengabsorpsi molekul organik, yang terjadi secara intrasel. Protozoa mampu bergerak bebas (Gambar 1). Pernapasan protozoa berlangsung secara difusi.  
Ciri-Ciri Protozoa
Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer, 2002. 
Gambar 1Contoh hewan protozoa adalah
(a)
Paramaecium caudatum dan
(b)
Amoeba.
  

Protozoa melakukan perkembangbiakan secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan cara pembentukan tunas dan pembelahan biner. Adapun secara seksual dilakukan dengan cara konjugasi.
Beberapa protozoa ada yang bersifat holozoik. Sementara yang lainnya bersifat holofitik dan saprozoik. Holo oik artinya memakan organisme yang berukuran lebih kecil daripada ukuran tubuhnya. Holofitik artinya mampu menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Adapun sapro oik artinya memakan organisme mati yang telah membusuk. Alat gerak dari protozoa terdiri atas bulu cambuk (flagela), kaki semu (pseudopodia), dan bulu getar (silia).  

B. Klasifikasi Protozoa

Baca Juga :
Menurut Campbell (1998: 524), Protozoa merupakan hewan yang terdiri atas enam phylum. Keenam phylum tersebut adalah Rhi opoda (Sarcodina), Actinopoda (Heliozoa dan Radiozoa), ForaminiferaApicomple a (Sporozoa), oomastigophora (Zooflagellata), dan Ciliophora (Ciliata). Untuk mengetahui lebih jelas mengenai keenam phylum tersebut, perhatikan uraian berikut.

6 Phylum Klasifikasi Protozoa

1) Rhi opoda (Sarcodina)Kata Rhizopoda berasal dari kata rhizo yang berarti akar dan podos yang berarti kaki. Habitat hewan ini ada di air tawar, air laut, di tempat yang basah, dan sebagian lagi bersifat parasit di dalam tubuh hewan ataupun manusia. Ciri khas Rhizopoda, yang sering disebut juga Sarcodina, adalah alat geraknya yang berupa kaki semu (pseudopodia).
Kaki semu terbentuk karena adanya aliran sitoplasma, sebagai akibat perubahan sitoplasma dari fase padat (sol) ke fase kental (gel). Gerak yang ditimbulkannya disebut gerak amoeboid. Contoh Rhizopoda adalah Amoeba proteus yang umum ditemukan di perairan tawar. Selain sebagai alat gerak, kaki semu pada Amoeba juga berfungsi menangkap makanan. Pada saat mengambil makanan, pseudopodianya akan mengelilingi makanan yang akan dimakan. Proses ini disebut fagositosis (Gambar 2).  
Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi Protozoa
Gambar 2Fagositosis pada Amoeba.Amoeba menangkap makanannya
menggunakan pseudopodia.

Sumber: www.microscopy-uk.org
 
Makanan yang telah ditangkap akan dicerna oleh vakuola makanan. Kemudian, sisa makanan hasil pencernaan tersebut akan dikeluarkan melalui vakuola kontraktil. Selain berfungsi mengeluarkan sisa makanan, vakuola kontraktil berfungsi juga dalam mengatur kadar air di dalam tubuhnya. Contoh lain dari phylum Rhizopoda adalah Entamoeba, Arcella, dan Difflugia.  

Beberapa jenis Entamoeba merupakan penyebab berbagai penyakit. Contohnya, Entamoeba dysentriae (penyebab penyakit disentri) dan Entamoeba histolitica (penyebab penyakit amebiasis) (Gambar 3). Protista patogen tersebut ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh Protista tersebut.  
Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi Protozoa
Gambar 3Beberapa contoh Rhizopoda, adalah
(a)
Entamoeba dan (b) Diffuglia 
Sumber: www.micrographia.com  
2) Actinopoda (Helio oa dan Radio oa)Actinopoda memiliki arti kaki yang memancar . Hal tersebut didasarkan pada keadaan pseudopodia yang tipis menyerupai jarum dalam jumlah banyak dan memancar yang disebut a opodia. Setiap a opodia terbentuk dari ikatan mikrotubulus yang kuat. Mikrotubulus tersebut ditutupi oleh lapisan tipis dari sitoplasma. Sebagian besar Actinopoda merupakan plankton. Actinopoda terdiri atas Heliozoa dan Radiozoa (Gambar 4). Kebanyakan Heliozoa (sun animal) hidup di air tawar, sedangkan Radiozoa hidup di air laut. Radiozoa memiliki kulit yang lembut, tersusun atas silika yang merupakan bahan dasar gelas. Apabila organisme tersebut mati, kulit dari organisme tersebut akan berkumpul di dasar laut. Kulit dari Radiozoa tersebut akan terakumulasi dan membentuk lumpur yang dapat memiliki ketebalan hingga beberapa meter.  
Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi Protozoa
Gambar 4Actinopoda dibedakan menjadi
(a) Radiozoa dan (b) Heliozoa.
Sumber: www.io.uwinnipeg.ca; www.micro.magnet.fsu.edu
  
3) ForaminiferaForaminifera berasal dari kata foramen yang berarti lubang. Sebagian besar hidup di laut dengan tubuh terlindung oleh kerangka luar yang tersusun atas kalsium karbonat (CaCO3). Kerangka luar yang telah kosong dan terendam di dasar laut selama jutaan tahun akan membentuk lapisan tanah hitam yang disebut tanah globigerina (Gambar 5). Globigerina merupakan salah satu satu anggota genus Foraminifera yang paling dikenal.  

Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi Protozoa
Gambar 5Beberapa bentuk kerangka
Foraminifera yang beraneka ragam
dapat membentuk tanah
globigerina
 
Sumber: www.microscopy-uk.org  
4) Apicomple a (Sporo oa)Seluruh anggota dari phylum ini adalah parasit di dalam organisme lain. Beberapa di antaranya menyebabkan penyakit yang serius pada manusia. Apicomple a disebut juga Sporozoa. Sporozoa adalah satusatunya anggota Protozoa yang tidak memiliki alat gerak.

Kata Kunci
• MalariaPlasmodium
Contoh Sporozoa yang terkenal adalah Plasmodium. Plasmodium dapat menyebabkan penyakit malaria. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Ada banyak jenis Plasmodium, di antaranya P. falciparum, penyebab penyakit malaria tropikana dengan masa sporulasi
(pembentukan spora aseksual) setiap 24 jam. Contoh lainnya adalah
P. vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan sporulasi setiap 48 jam. Untuk mengetahui daur hidup P. vivax, perhatikanlah Gambar 6
Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi Protozoa
Gambar 6Daur hidup Plasmodium vivax 
Sumber: Heath Biology, 1985  

Penjelasannya menurut Garda Pengetahuan.

Penyakit malaria merupakan penyakit menahun karena Plasmodium dapat berada di dalam darah inangnya selama bertahun-tahun. Pencegahan penyakit ini lebih baik dilakukan daripada melakukan pengobatan.
Plasmodium lainnya yang terkenal adalah P. malariae, penyebab penyakit malaria uartana dengan masa sporulasi setiap 72 jam. Contoh Sporozoa yang lain adalah Pneumocystis carinii dan Toxoplasma gondiiPneumocystis carinii dapat menyebabkan penyakit pneumonia (paru-paru basah) yang biasanya terjadi pada pasien AIDS tahap awal. Adapun Toxoplasma gondii dapat menyebabkan to oplasmosis pada wanita hamil. Penyakit ini membahayakan bayi yang dikandungnya.

5) oomastigophora ( ooflagelata)
Phylum Zoomastigophora dikenal juga sebagai Zooflagelata. Makhluk hidup heterotrof ini mengambil molekul organik dari lingkungannya atau mangsa melalui fagositosis (Gambar 7). Zoomastigophora bergerak menggunakan bulu cambuk atau flagela. Umumnya hidup sebagai sel soliter, tetapi ada beberapa yang hidup berkoloni. Zoomastigophora ada yang hidup bebas dan ada pula yang melakukan simbiosis dengan makhluk hidup lain. Contohnya, Trichonympha campanula yang hidup dalam usus rayap dan membantu rayap menguraikan molekul selulosa kayu. Zoomastigophora lainnya merupakan parasit yang membahayakan pada manusia dan hewan. Trypanosoma, menyebabkan penyakit tidur di Afrika yang disebarkan oleh gigitan lalat tse-tse. Trichomonas vaginalis menyebabkan penyakit kelamin (trichomoniasis) pada wanita dan penyakit saluran kelamin pada pria
 
Gambar 7 Beberapa spesies Zoomastigophora adalah
(a)
Trypanosoma brucei;(b) Giardia lamblia;
(c)
Trichomonas. 
Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life , 1995  
Lanjutan Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi Protozoa

Sekilas BiologiMalaria merupakan penyakityang disebabkan oleh Plasmodiumdengan vektor nyamuk Anopheles. Di
Indonesia, terdapat empat jenis
Indonesia, terdapat empat jenisPlasmodium yang menyebabkan
malaria, yakni
malaria, yakni Plasmodium vivax,Plasmodium malariae, Plasmodiumovale, dan Plasmodium falciparum.
Adapun jenis parasit yang paling
banyak menyebabkan kematian
adalah
Adapun jenis parasit yang palingbanyak menyebabkan kematianadalah Plasmodium falciparum.Sumber: Republika, 13 Juli 2004  

6) Ciliophora (Ciliata)
Karakteristik dari phylum Ciliophora terlihat dari silia mereka yang digunakan untuk mencari dan mengumpulkan serta untuk bergerak. Menurut Campbell (1998: 527), kebanyakan anggota dari phylum ini hidup soliter atau hidup sendiri di perairan tawar. Selain itu, phylum Ciliophora ini hidup bebas dan jarang yang parasit di dalam organisme lain. Bentuk tubuh dari anggota phylum ini tetap karena mengandung pelikel yang tersusun atas protein. Pelikel merupakan suatu selaput keras yang
menyebabkan bentuk tubuhnya tetap.

Contoh spesies dari phylum Ciliophora adalah Paramaecium caudatumProtozoa tersebut dapat kita temukan di perairan sekitar kita, seperti di kolam maupun di sawah. Tubuh Paramaecium memiliki bentuk mirip sandal jepit. Paramaecium memiliki inti yang berukuran besar (makronukleus) dan berukuran kecil (mikronukleus). Makronukleus bertanggung jawab dalam berlangsungnya metabolisme sel. Adapun mikronukleus mengontrol perkembangbiakan sel. Selain itu, Paramaecium
juga memiliki dua jenis vakuola (kantung), yakni vakuola makanan dan vakuola kontraktil. Paramaecium berkembang biak secara aseksual maupun seksual. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan cara membelah diri (perhatikanlah Gambar 8). Adapun perkembangbiakan secara seksual dilakukan melalui proses konjugasi.

Kata Kunci
• Flagela
• Makronukleus
• Mikronukleus
• Trichomoniasis
Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi Protozoa
Gambar 8Perkembangbiakan secara seksual
pada
Paramaecium. 
Sumber: Campbell, 1998  
Keterangan1. Dua individu Paramaecium melakukan fusi (penyatuan). Mikronukleus luruh.
2. Luruhnya mikronukleus menyebabkan diproduksinya empat mikronukleus yang haploid.
3. Tiga mikronukleus haploid luruh dan sisanya melakukan mitosis.
4. Terjadi perkawinan, setiap
Paramaecium menukarkan mikronukleusnya.
5. Mikronukleus yang secara genetik berbeda melakukan fusi.
6. Mikronukleus melakukan pembelahan secara mitosis dan menghasilkan delapan mikronukleus
yang sama.
7. Mikronukleus yang berasal dari individu itu sendiri luruh dan pembentukan makronukleus
dimulai.
8. Individu baru terbentuk.
  

Beberapa contoh spesies phylum Ciliophora lainnya adalah Balantidium coli, Didinium, Stentor, Vorticella, dan Stylonychia (Gambar 9). DidiniumStentor, dan Vorticella mempunyai bentuk yang halus. Didinium mirip teko air bertangkai, sementara Stentor mirip terompet, dan Vorticella mirip lonceng.
Beberapa anggota Ciliophora yang hidup di perairan tawar dapat dijadikan indikator pencemaran, seperti
Paramaecium dan StentorBalantidium coli hidup parasit di dalam usus besar manusia dan dapat menyebabkan penyakit balantidiasis (gangguan perut).  
Gambar 9(a) Balantidium coli(b) Stentor(c) Vorticella(d) Stylonychia
Sumber: www.umanitoba.ca.com; www.ucmp.berkeley.edu; www.pirx.com; www.user.chollian.net
 
Oke, cukuplah penjelasan ilmu biologi mengenai Ciri-Ciri Protozoa dan Klasifikasi Protozoa, sudah cukup banyak yang kami jelaskan semoga bisa dipahami dengan baik yah.

Ini ada juga artikel biologi berjudul

Tuesday, 25 April 2017

Bagian-Bagian Selaput Pembungkus Embrio

Bagian-Bagian Selaput Pembungkus Embrio - Pada kehamilan dan persalinan melibatkan perkembangan zigot disertai kerjasama hormon sejak terjadinya pembuahan sampai kelahiran. 

Setelah ovulasi atau pelepasan sel telur, sel telur akan masuk ke dalam tuba fallopi (oviduk). Di saluran ini, ovum akan dikelilingi oleh banyak sperma, tetapi hanya satu sperma yang dapat membuahi sel telur, sedangkan ekor sperma tertinggal di luar. Kemudian, terjadi persatuan inti sel telur dengan inti sperma membentuk zigot yang mengandung separuh sifat ayah dan separuh sifat ibu.

Selanjutnya, zigot membelah secara mitosis sampai pada bentuk terakhir saat embrio terdiri atas 32 sel dan disebut morula. Morula ini kemudian menyerap cairan yang dikeluarkan oleh tuba fallopii, dan segera membentuk rongga blastosel dan disebut blastosit. Lapisan terluar blastosit disebut trofoblas

Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk mengadakan implantasi (perlekatan dengan dinding uterus). Selama proses ini, korpus luteum membentuk hormon progesteron untuk mengadakan persiapan implantasi dengan merangsang pertumbuhan dinding uterus. Dinding uterus menjadi tebal, lunak, dan lembut, serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk) sebagai makanan embrio. 

Selanjutnya, dinding rahim atau endometrium akan membuat hormon progesteron sehingga mencegah terjadinya menstruasi. Setelah menjadi blastosit, zigot berkembang menjadi trofoblas, kemudian embrio dan akhirnya menjadi janin. Janin ini mendapat makanan dari tubuh induknya dengan perantaraan plasenta (ari-ari atau tembuni). Selaput pembungkus embrio terdiri atas amnion, korion, sakus vitelinus dan alantois.  

Jadi, seperti apakah Bagian Selaput Pembungkus Embrio itu? simak ulasannya secara lengkap di bawah ini:

Bagian-Bagian Selaput Pembungkus Embrio

1) Sakus vitelinus (kantong kuning telur)/(Salah Satu Bagian Selaput Pembungkus Embrio)

Sakus vitelinus terletak di antara amnion dan plasenta, merupakan tempat pemunculan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah yang pertama. Selaput-selaput  tersebut berfungsi untuk melindungi embrio terhadap kekeringan dan goncangan-goncangan dan membantu proses pernapasan, eksresi dan fungsi-fungsi penting lainnya selama kehidupannya didalam rahim.

2) Amnion (Salah Satu Bagian Selaput Pembungkus Embrio)

Amnion merupakan selaput yang menghasilkan getah berupa air ketuban yang berguna untuk menjaga embrio tetap basah dan tahan goncangan.
Bagian-Bagian Selaput Pembungkus Embrio
Gambar : Selaput pembungkus embrio  


3) Korion (Salah Satu Bagian Selaput Pembungkus Embrio)

Korion merupakan selaput yang terdapat di sebelah luar amnion. Korion mengandung banyak pembuluh pembuluh darah yang berhubungan dengan peredaran darah induknya dengan perantaraan plasenta (tembuni).

4) Alantois (Salah Satu Bagian Selaput Pembungkus Embrio)

Alantois terletak di dalam tali pusat. Jaringan epitelnya menghilang dan yang menetap adalah pembuluh pembuluh darah yang berfungsi untuk menghubungkan siokulasi embrio dengan plasenta 

Bila pertumbuhan dan perkembangan janin telah sempurna, janin akan keluar melalui vagina. Selubung janin akan pecah, diikuti keluarnya plasenta. Pada saat proses kehamilan, progesteron dan estrogen merangsang pertumbuhan kelenjar air susu, tetapi setelah kelahiran hormon prolaktin yang dihasilkan kelenjar hipofisis yang merangsang produksi air susu.  

Nah, sekian informasi mengenai Bagian-Bagian Selaput Pembungkus Embrio, semoga bermanfaat. Mari belajar biologi

Monday, 17 April 2017

Pengertian Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih

Pengertian Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih - Hampir 45% dari volume darah manusia merupakan sel-sel darah. Darah mengandung beberapa tipe sel darah yang memiliki fungsi yang berbedabeda. Terdapat tiga macam sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).  

Pengertian Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih

A. Pengertian Sel darah merah

Eritosit (erythro = merah, cyto = sel) tidak memiliki inti sel dan berbentuk bikonkaf sehingga memiliki luas permukaan yang besar (Gambar 5.2). Pria rata-rata mempunyai eritrosit ± 5 juta per mm3 darahnya, sedangkan wanita mempunyai eritrosit ± 4,5 juta per mm3 darahnya. 

Mengapa bisa demikian?

Eritrosit berwarna merah karena mengandung
hemoglobin, yaitu sebuah molekul kompleks dari protein dan molekul besi (Fe). Setiap molekul hemoglobin dapat berikatan dengan empat molekul oksigen.
Pengertian Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih
Gambar Hemoglobin Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006  

Oksigen diperoleh ketika sel darah melewati kapiler-kapiler alveolus di paruparu. Hemoglobin kurang reaktif terhadap molekul karbon dioksida. Oleh 
karena itu, karbon dioksida yang diperoleh dari sel lebih banyak larut dalam plasma darah. 

Hemoglobin yang berikatan dengan oksigen akan berwarna merah cerah. Adapun hemoglobin yang tidak berikatan dengan oksigen, berwarna merah gelap atau kebiru-biruan.

Sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang. Misalnya, di tulang dada, tulang lengan atas, tulang kaki atas, dan tulang pinggul. Sel darah merah tidak mempunyai inti sel sehingga sel darah merah tidak dapat hidup lama.

Sel darah merah hanya dapat hidup sekitar 120 hari. Setiap detik lebih kurang 2 juta sel darah merah dalam tubuh kita mati dan digantikan oleh yang baru. Sel darah yang mati atau rusak dikeluarkan dari sistem peredaran darah.

Kemudian, masuk ke hati atau limfa untuk dipecah. Zat besi yang dikandung sel darah tersebut kemudian diangkut darah menuju sumsum tulang untuk dirakit kembali menjadi molekul hemoglobin yang baru hingga akhirnya terbentuk sel darah yang baru. Walaupun proses daur ulang tersebut memiliki nilai efisiensi yang tinggi, ada sebagian kecil zat besi yang dibuang dan harus digantikan melalui makanan. Pendarahan akibat kecelakaan atau menstruasi mengurangi zat besi yang disimpan.

B. Sel Darah Putih

Sel darah putih tidak memiliki hemoglobin sehingga tidak berwarna merah, serta ukuran dan jumlah sel darah putih berbeda dengan sel darah merah. Perbandingan jumlah sel darah putih dan sel darah merah mencapai 1:500 hingga 1:1000. Artinya, terdapat 500 hingga 1000 sel darah merah untuk setiap satu sel darah putih.

Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah. Sel darah putih memiliki inti sel sehingga dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Sel darah putih berdasarkan karakteristik sitoplasmanya dapat dibagi menjadi dua, yaitu granulosit dan agranulosit.

Granulosit merupakan kelompok sel darah putih yang sitoplasmanya bergranula. Granulosit terdiri atas neutrofil, eosinofil, dan basofil. Neutrofil adalah sel darah putih yang granulanya menyerap zat warna yang bersifat netral. Sementara itu, eosinofil granulanya menyerap zat warna yang bersifat asam, sedangkan basofil granulanya menyerap zat warna yang bersifat basa.
Sementara itu, agranulosit merupakan kelompok sel darah putih yang sitoplasmanya tidak bergranula, terdiri atas limfosit dan monosit. Limfosit dinamai demikian karena sel ini terdapat juga pada cairan limfa. Adapun monosit merupakan sel darah putih yang berukuran besar.  

Terdapat lima tipe leukosit, yaitu (a) neutrofil, (b) eosinofil, (c) basofil, (d) limfosit, dan (e) monosit.
Terdapat lima tipe leukosit,
yaitu (a) neutrofil,
(b) eosinofil, (c) basofil,
(d) limfosit, dan (e) monosit.
  
Sel darah putih dibentuk di limfa dan sumsum tulang. Secara umum, sel darah putih berperan dalam pertahanan tubuh. Sel darah putih akan mematikan organisme atau zat asing berbahaya yang masuk ke dalam tubuh, terutama yang masuk melalui jaringan darah.
Eosinofil dan monosit dapat bersifat fagositik terhadap sel asing, seperti sel bakteri dan sel kanker. Dalam melaksanakan fungsinya, monosit dapat membesar menjadi makrofag. Limfosit juga dapat menonaktifkan mikroorganisme asing yang memasuki tubuh. Berbeda dengan eosinofil dan monosit, limfosit bekerja spesifik dengan mengenali jenis mikroorganisme tertentu yang akan dinonaktifkan. Limfosit terdiri atas limfosit T yang dimatangkan di kelenjar timus, sedangkan limfosit B dimatangkan di sumsum tulang. Penjelasan fungsi sel-sel ini akan dijelaskan lebih lanjut pada Bab Sistem Pertahanan Tubuh.

Semoga bisa bermanfaat yah ilmu Biologi berjudul Pengertian Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih, yang berhasil Garda Pengetahuan rangkum untuk para pembaca sekalian.




Alat Ekskresi pada Belalang

Alat Ekskresi pada Belalang Alat ekskresi belalang adalah pembuluh Malpighi. Pembuluh Malpighi yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malpighi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. 

Di samping pembuluh Malpighi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata. 

Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut.  

Pembuluh Malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Darah mengalir lewat pembuluh Malpighi. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali secara osmosis dan transpor aktif. 

Asam urat dan sisa air masuk ke usus halus dan sisa air akan diserap lagi. Kristal asam urat dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses.  


Alat Ekskresi pada Belalang

Alat Ekskresi pada Belalang
Alat Ekskresi pada Belalang
Semoga tulisan mengenai Alat Ekskresi pada Belalang ini bisa bermanfaat bagi anda yang lagi belajar ilmu Biologi. Salam dari Garda Pengetahuan

Saturday, 15 April 2017

Pengertian dan Penyebab Isolasi Reproduksi

Pengertian dan Penyebab Isolasi Reproduksi - Dalam evolusi, proses spesiasi merupakan proses yang cukup penting setelah keanekaragaman. Hal ini dikarenakan salah satu hasil akhir dari semua proses evolusi adalah suatu spesies yang sesuai dengan keadaan alam yang ditinggalinya. 

Apakah itu spesiasi?

Suatu spesies terbentuk melalui mekanisme tertentu. Proses pembentukan spesies disebut spesiasi. Para ilmuwan membedakan spesies berdasarkan kemampuan organisme untuk dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil (subur) atau memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Memiliki kemampuan berarti kedua organisme tersebut dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan fertil, meskipun hal tersebut tidak terjadi di alam.  

Pengertian dan Penyebab Isolasi Reproduksi

Isolasi Reproduktif

Berdasarkan hal tersebut, kata kunci dari definisi spesies adalah adanya isolasi repoduktif. Adanya isolasi reproduktif menyebabkan perkawinan antarspesies tidak dapat terjadi. Suatu kelompok dalam satu spesies dapat kehilangan kemampuan untuk melakukan perkawinan dengan kelompok lain. Jika hal ini terjadi maka spesies baru sedang terbentuk. Terdapat beberapa mekanisme isolasi reproduktif, yakni isolasi prazigotik dan isolasi postzigotik

Mekanisme isolasi prazigotik mencegah pembentukan zigot. Karena suatu hal, gamet jantan tidak pernah dapat melakukan fertilisasi atau gagal melakukan fertilisasi dengan gamet betina.
Adapun mekanisme isolasi postzigotik memengaruhi zigot yang telah terbentuk. Zigot tersebut dapat berkembang menjadi embrio, tetapi tidak dapat bertahan hidup atau dilahirkan menjadi individu steril. Berikut ini tabel mekanisme isolasi reproduktif yang dapat terjadi.  

Tabel Mekanisme Isolasi Reproduksi

Pengertian dan Penyebab Isolasi Reproduksi
 Isolasi Reproduksi
Mekanisme isolasi prazigotik mencegah terjadinya reproduksi dapat terjadi secara ekologi dan melibatkan penghalang lingkungan sehingga tidak tejadi perkawinan. Isolasi dapat juga terjadi karena perilaku dan melibatkan aktivitas yang memengaruhi waktu dan kesiapan fisiologi organ reproduksi. 

Isolasi perilaku menyebabkan dua spesies yang hidup pada dua habitat yang berbeda tidak dapat melakukan perkawinan walaupun tidak terpisah secara geografi (Starr and Taggart, 1995: 290).
Isolasi perilaku merupakan penghalang reproduksi penting. Contohnya, ketika burung jantan dan betina akan kawin, mereka sebelumnya melakukan ritual perkawinan yang hanya dapat dimengerti oleh pasangan satu spesies. Ritual tersebut dapat berupa tingkah laku, suara, atau ekskresi zat kimia. Isolasi mekanis menghalangi perkawinan akibat ketidakcocokan struktur reproduksi. Misalnya pada dua spesies bunga sage, penyerbukan kedua bunga sangat bergantung pada serangga, seperti lebah. Akan tetapi, kedua spesies memiliki perbedaan bentuk dan ukuran petal yang hanya dapat dihinggapi polinator tertentu. Satu spesies polinator cenderung hanya membantu penyerbukan tumbuhan yang masih satu spesies

Isolasi temporal terjadi karena perbedaan waktu reproduksi. Hewan dan tumbuhan umumnya memiliki musim kawin yang singkat, bahkan ada yang kurang dari satu hari. Contohnya pada tonggeret (Cicada). Satu spesies tonggeret menjadi dewasa, melakukan reproduksi, dan menghasilkan gamet setiap 13 tahun. Spesies lain setiap 17 tahun. Hanya satu kali dalam 221 tahun kedua spesies ini menghasilkan gamet bersamaan. Oleh karena itu, pertemuan gamet antarspesies ini sulit terjadi.
Mekanisme isolasi postzigotik mencegah pertukaran gen antarspesies.

Meskipun dua spesies dapat melakukan perkawinan dan keturunan hasil persilangan (hibrid) dapat hidup, hibrid biasanya mati sebelum mampu bereproduksi (inviabilitas hibrid) atau steril (sterilitas hibrid).
Kuda dan keledai dapat melakukan perkawinan, namun hibrid yang dihasilkan steril. Hibrid ini disebut dengan mule. Ketika ahli genetis mengawinkan dua spesies lalat buah (Drosophila pseudoobscura dan D. persimilis), generasi pertama sehat dan menghasilkan banyak telur fertil. Akan tetapi, pada generasi kedua menghasilkan keturunan yang lemah dan cenderung steril. Hal ini disebut dengan penurunan kualitas hibrid  

Semoga ilmu biologi berjudul Pengertian dan Penyebab Isolasi Reproduksi yang Garda Pengetahuan rangkum ini bisa bermanfaat yah.